Dampak Konversi Hutan Terhadap Satwa


Oleh Agustinus Wijayanto
(Pro Fauna Member meeting 2008)

Akibat dari konversi lahan, baik untuk HPH, HTI, Perkebunan Sawit, dan lain sebagainya menyebabkan pengaruh negative bagi satwa liar yang ada di dalam hutan. Spesies kunci, seperti harimau sumatera, orangutan, badak, gajah menjadi kian terjepit. Contoh kasus seperti yang terjadi di TNGL, dimana perambahan, illegal logging, jual beli lahan terjadi di dalamnya. Konflik antara manusia dengan satwa khas sumatera tersebut juga tak terelakkan karena habitat aslinya telah berubah bentuknya. Hal ini berpengaruh dengan pola kehidupan satwanya.

Trenggiling di Sumatera utara

Bergeser ke sebelah selatan Danau Toba, tepatnya di DAS yang dikenal dengan Batang Toru, konversi lahan untuk perkebunan rakyat, memaksa orangutan sumatera yang ada untuk bertahan hidup di habitatnya yang telah dirusak. Setidaknya sekitar 400-an individu terancam serius dengan semakin menyempitnya habitat mereka. Deruchainsaw yang berada tepat di bawah pohon induk orangutan membuat orangutan tersebut menjadi sangat stres dan terisolir. Disisi lain, adanya anggapan sekelompok orang yang menganggap bahwa orangutan sebagai hama (karena memakan buahbuah di kebun) menambah makin terancamnya satwa ini. Pun demikian dengan harimau sumatera, selain kondisi habitat yang rusak, keberadaan merekapun diperparah dengan adanya perburuan dan perdagangan.

picture12

Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di Samarinda setidaknya 7 tahun silam banyak dijumpai bekantan yang bergelantungan di tepi sungani, namun setelah adanya kebun sawit datang, bekantanpun menghilang, tergeser oleh peradaban sawit entah untuk tujuan apalagi selain peningkatan pendapatan asli daerah atau alih-alih kesejahteraan masyarakat. Namun timbul pertanyaan, masyarakat mana yang disejahterakan? Ratusan orangutan terpanggang atau diburu dengan keberadaan buruh atau perluasan areal sawit. Masih di Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Tengah, COP memperkirakan bahwa sedikitnya 1500 orangutan telah terbunuh sepanjang tahun 2006 sebagai dampak langsung dari pembabatan hutan di berbagai areal konsesi perkebunan kelapa sawit daerah tersebut

Di TNTP, nasib orangutan tak jauh berbeda. Orangutan menuju kepunahan karena ‘rumah’ mereka semakin menyusut akibat perambahan dan konversi lahan. Kondisi buruk hutan yang ada mencerminkan kondisi satwanya demikian juga sebaliknya, dan fakta yang ada menunjukkan hutan di kawasan tersebut telah mengalami ”penyakit kronis” menuju ambang kepunahan pula. Pun di belahan pulau lain di Indonesia, bukan tidak mungkin, slogan sebagai negara dengan megabiodiversity hanya akan tinggal cerita akibat kerakusan dan ketamakan manusianya demi kepentingan pribadi atau golongan.
Keberadaan gajah sumatera dan kalimantan pun mengalami ancaman yang tidak ringan. Kehilangan habitat, fragmentasi habitat serta menurunnya kualitas habitat gajah karena konversi hutan atau pemanfaatan sumberdaya hutan untuk keperluan pembangunan non kehutanan maupun industri kehutanan merupakan ancaman serius terhadap kehidupan gajah dan ekosistemnya. Seperti satwa liar lainnya, gajahpun membutuhkan habitat dan areal jelajah yang luas, fragmentasi habitat akan menyebabkan pengurangan ruang gerak sehingga dalam memenuhi kebutuhan hidup dari sisi ekologisnya sangat berpotensi untuk menimbulkan konflik antara satwa tersebut dengan kegiatan pembangunan di sekitar habitatnya. Konflikpun tak terhindarkan, dan lagi-lagi satwa menjadi ”korban” atas kejadian yang terjadi.
Nasib tragis pun dialami oleh satwa-satwa Papua, misalnya burung-burung dari maupun reptil disana. Akibat konversi hutan, burung-burung sulit menemukan pakan, demikian pula kondisi lantai hutan yang rusak maupun rawa-rawa nya menjadi sulit bagi kehidupan kura-kura atau binatang sejenisnya. Daerah kepulauan yang diatasnya didirikan pertambangan pun ikut membawa dampak negatif bagi biota laut. Kerusakan ekosistem yang ditimbulkan oleh perusahaan legal maupun ilegal belum mendapatkan sanksi yang setimpal dengan akibat buruk yang ditimbulkan. Trend yang terjadi disana adalah, setelah kayu hilang tumbuhlah kelapa sawit.

Perkebunan kelapa sawit pun tidak dapat hanya dipandang sebagai penyumbang devisa negara yang besar, namun mari kita lihat unsur negatif beserta resiko ikutan yang ditimbulkan. Kelapa sawit rakus terhadap unsur hara/air/mineral dimana tanaman tersebut tumbuh sehingga dapat diperkirakan bahwa tanaman yang ada disekitarnya pun tidak dapat tumbuh. Jika tanaman sebagai sumber pakan satwa tidak dapat tumbuh bagaiamana dengan satwanya? Tentu ini akan diikuti dengan adanya kepunahan sekunder. Demi menaikkan gengsi sebagai produsen CPO terbesar di dunia dan Megaproyek Biofuel, para pemangku kepentingan melupakan kelestarian alam dan satwa liar yang ada didalamnya. Dengan kondisi hutan yang terkonversi secara besar-besaran diiringi dengan kepunahan satwa yang ada di dalamnya. Perlahan namun pasti, kepunahan skunder telah berlangsung. Jadi, sudah saatnya untuk katakan : STOP KONVERSI HUTAN ALAM SEKARANG JUGA!!!

REKOMENDASI KE DEPAN

•Moratorium hutan alam dari HPH, baik yang telah aktif maupun penghentian perizinan HPH dalam bentuk apapun
•Penghentian perkebunan kelapa sawit skala kecil/besar dan pertambangan di daerah yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi
•Menjadikan bukti-bukti dokumentasi dari LSM maupun masyarakat sipil sebagai acuan dalam penegakan hukum terhadap pelaku/perusahaan yang merusak hutan
•Pelibatan masyarakat yang berada di dalam atau sekitar hutan untuk aktif dalam perlindungan hutan dan hidupan liar
•Mengedepankan pelestarian hutan dan hidupan liar didalamnya dalam setiap sektor pembangunan

Contack author: gustvanjava@gmail.com

Referensi
1.Centre for Orangutan Protection
2.Departemen Kehutanan, RI
3.Departemen Pertanian, RI
4.FWI dan GFW
5.Greenomic
6.Kompas
7.Koran Tempo
8.Martjan Lammertink & Utami Setiorini
9.SKEPI
10.Sinar Harapan
11.Telapak
12.Walhi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s