NASIB HUTAN INDONESIA


Oleh Agustinus Wijayanto
(Pro Fauna Member meeting 2008)

Kebanggaan hutan Indonesia pada masa lalu yang dikatakan terbesar setelah Brazil dan Congo, seluas 120 juta Ha yang berisikan 10% spesies mamalia dunia, 11% tumbuhan dunia, 16% spesies burung dunia. Dalam perjalanannya, kemudian hutanhutan di Indonesia telah dikapling-kapling oleh perusahaan HPH dan setidaknya hingga akhir tahun 2006 lalu, jumlah HPH di seluruh Indonesia sebanyak 322 perusahaan dengan total areal seluas 28,78 juta ha dengan perincian seperti pada Tabel-4. Areal pengusahaan hutan terbanyak tersebar di pulau Kalimantan yaitu sejumlah 174 unit dengan luas areal 12,83 juta ha, serta paling sedikit di Maluku dan Maluku Utara sejumlah 26 unit dengan luas areal 1,74 juta ha. Pengelolaan hutan yang tidak menerapkan asas kelestarian kemudian menjadi acaman bagi keanegaragaman hayati. Ancaman tersebut kemudian diperparah dan menjadi serius karena hutan-hutan alam dikonversi hutan, praketk illegal logging, perambahan, kebakaran hutan dll.

Pembalakan liar di Sumatera Utara
Pembalakan liar di habitat orang utan

Analisis dari FWI dan GFW pernah menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 50 tahun, luas tutupan hutan di Indonesia mengalami penurunan sekitar 40% dari total tutupan hutan di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu dari 44 negara yang secara kolektif memiliki 90 persen hutan di dunia, Indonesia meraih tingkat laju penghancuran tercepat antara 2000 – 2005, yakni dengan tingkat 1,871 juta hektar atau sebesar 2 persen setiap tahun atau 51 kilometer persegi per hari, atau setara dengan 300 lapangan bola setiap jamnya. Dan, Indonesiapun di nobatkan sebagai Negara dengan perusakanan hutan tercepat di dunia.

Lalu bagaimana dengan Jawa, Sumatera, dan Kalimantan kalau terus menerus laju kerusakan hutannya makin merajalela? Berdasarkan kerusakan hutan pada tingkat 1,8 – 2,8 juta hektar per tahun tersebut, dalam waktu 15 – 22 tahun hutan alam Indonesia akan habis. Untuk pulau Sumatera di perkirakan dalam 5 tahun mendatang hutan alamnya akan musnah, sedangkan kemusnahan hutan untuk pulau Kalimantan akan terjadi dalam 10 tahun mendatang. Fantastic, namun membuat miris hati yang benar-benar merasakannya. Kondisi tersebut tambah diperparah oleh permintaan industri kayu, baik legal maupu ilegal dan konversi hutan besar-besaran untuk hutan tanaman industri (HTI) maupun perkebunan skala besar, seperti kelapa sawit. Konversi hutan secara, legal, ilegal dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan kelestarian alam mengakibatkan hancurnya hidupan liar yang ada di dalamnya, tatanan kehidupan masyarakat yang ikut hancur, juga hancurnya kayu senilai USD 5 milyar, itupun belum terhitung dengan nilai kerusakan hidupan liar, sumberdaya alamnya dan jasa-jasa lingkungan, bahkan bisa dua kali lipatnya dari nilai yang ada.

Pembalakan liar di sumatera utara 2
Pembalakan liar di habitat orang utan

Ancaman serius terhadap sumberdaya alam di Indonesia ditambah dengan keseriusan yang kurang dari aparat penegak hukum. Pola penanganan praktik pembalakan liar dengan melibatkan 11 instansi, bahkan kemudian sesuai instruksi Presiden manjadi 18 instansi perlu diperkuat dengan komitmen tiap lembaganya

Contack author (gustvanjava@gmail.com)

Referensi
1.Centre for Orangutan Protection
2.Departemen Kehutanan, RI
3.Departemen Pertanian, RI
4.FWI dan GFW
5.Greenomic
6.Kompas
7.Koran Tempo
8.Martjan Lammertink & Utami Setiorini
9.SKEPI
10.Sinar Harapan
11.Telapak
12.Walhi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s