Kepulauan Seribu Kehilangan 10 Pulaunya


kepulauan seribu
Pembangunan pasir untuk berbagai proyek, termasuk pembangunan Bandar Udara Soekarno-Hatta – menyebabkan hilangnya 9-10 pulau di Kepulauan Seribu.

Pulau-pulau yang hilang ini berlangsung secara bertahap sejak tahun 1983 – 1987. Menurut Peneliti Utama Puslitbang Oseanografi LIPI, Otto SR Ongkosongo, hilangnya pulau-pulau tersebut sebagian besar akibat pengambilan pasir untuk berbagai proyek pembangunan di bibir pantai Jakarta, termasuk pembangunan Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Pulau-pulau yang hilang tersebut antara lain : Umbi Besar, Umbi Kecil, Air Kecil, Air Sedang, Nyamuk Besar, Dapur, Father Smith serta pulau Jong yang terletak di sebelah timur pulau Pari.

pulau-kecil1

Menurut Ongkosongo, proses hilangnya pulau -pulau tersebut akibat proses perubahan di bawah air (infra tidal), dimana terjadi perusakan pada biota yang ada. Dan ini faktor penyebab yang paling dominan. Karena pertama, bersifat langsung- yakni akibat perusakan biota kehidupan yang disebabkan ulah manusia tak bertanggung jawab. Seperti : pembabatan mangrove (bakau)sampai pengambilan pasir. Ke dua, akibat perubahan tidak langsung, seperti : perubahan alam yang mengakibatkan matinya kerangdi sekitar pantai atau akibat kualitas air pantai yang tidak mampu mendukung kehidupan kerang di pulau. Ongkosono memberi contoh: pulau kamal yang terletak di daerah Tanjung Priok yang kini menyatu dengan wilayah Tanjung Priok.

Selain itu, akibat perubahan pasang surut (inter tidal) serta akibat perubahan di atas air (supra tidal) yang langsung berhubungan dengan tingkah laku manusia di pulau yang bersangkutan.

Ongkosongo memberi contoh, pulau Nyamuk Besar dulunya merupakan tempat wisata pertama di kepualuan Seribu. Namun pulau tersebut tenggelam karena erosi berat yang tidak tertangani..

Menurutnya hal ini sangat menyedihkan. Karena hal ini justru terjadi di saat Indonesia sudah merdeka. Ketika bangsa ini sudah mengenal arti dari ilmu pengetahuan. Sebab jelas dengan hilangnya pulau-pulau tersebut berarti musnah sudah fungsi pulau bersangkutan sebagai ekologi, estetika, tempat tinggal, penelitian, berikut fungsi lainnya.

Selain ke sepuluh pulau tersebut, ada beberapa pulau yang tergolong ‘parah’. Bila tidak tertangani secara seksama, nasibnya juga akan sama dengan ke sepuluh pulau tadi. Antara lain : Pulau Kelor, Nyamuk Kecil, Dapur Kecil, Air, Bidadari serta Onrus

peta udara kepulauan seribu

3 thoughts on “Kepulauan Seribu Kehilangan 10 Pulaunya”

  1. itu akibat pemimpin yg goblok, rakus dan korup. Pemmpin yg cuma mikirin perutnya doang, gak peduli dgn lingkungan yg penting buat mereka duit….duit…duit.

    Setelah era Bang Ali Sadikin, maka gubernur2 penggantinya melakukan pengerusakan lingkungan secara besar2an. Program2 yg sdh disusun oleh Bang Ali, dirusak, dikorup. akibatnya bisa kita rasakan sekarang. Jakarta menjadi kota semerawut kota yg tidak berprikemanusiaan, akibatnya juga sampai kekepulauan seribu.

    Gubernur yg sekarang juga cuma bisa ngomong doang, hobynya cuma memajang foto dirinya ditiap jalan protokol……….ampun tobat…..pemimpinnya gak becus…..

  2. Selamat pagi,

    saya sedang mencari bahan penulisan tentang Kepulauan Seribu, saya ingin meminta ijin untuk meng copy gambar anda untuk di posting di blog saya http://www.indonesia-tourism.com/blog

    link dari gambar anda akan terhubung langsung ke blog anda ini.

    Semoga berkenan. terimakasih

    Felicity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s