Indahnya Pantai-Pantai Di Pulau Sempu, Akankah Tetap Terjaga?


Penulis: Magdalena Putri Nugrahani, S. Si (ercee08@gmail.com)

P. sempuFoto oleh KMPA Ganesha ITB

Pulau Sempu adalah pulau kecil di selatan Pulau Jawa dan berada di daerah Malang, Jawa Timur. Pulau Sempu begitu terkenal sampai ke turis mancanegara sebagai salah satu objek wisata alam karena keindahan Segara Anakan. Konon banyak orang menyebutkan Segara Anakan adalah “The Beach” dari Indonesia. Jika kita mencari informasi tentang Pulau Sempu di internet, kita akan menemukan begitu banyak artikel tentang Pulau Sempu terutama Segara Anakan.

Saya tidak akan mengulas banyak tentang Segara Anakan tetapi akan mengulas tentang keindahan pantai-pantai lain di Pulau Sempu dan berbagai permasalahannya. Pulau Sempu mempunyai status Cagar Alam dan dikelola oleh BKSDA Jatim II. Pulau Sempu memiliki pantai-pantai indah serta danau-danau (telaga), yaitu Telaga Sat dan Telaga Lele. Pantai -pantai yang terdapat di Pulau Sempu selain Segara Anakan, yaitu Pantai Pasir Panjang, Pantai Waru-Waru, Pantai Baru -Baru, Pantai Plawangan, Pantai Alang -Alang, Pantai Teluk atau sering disebut Gubuk Kobong (gubuk terbakar), Teluk Semut, dan lain-lain.  Pantai-pantai tersebut masih alami meskipun beberapa tempat sering dikunjungi wisatawan. Biasanya yang mengunjungi Pantai Pasir Panjang dan Pantai Teluk adalah para nelayan yang mencari ikan atau lobster.  Pantai-pantai di sekitar Pantai Teluk seperti Pantai Plawangan, Pantai Alang-Alang, Pantai Baru-Baru memiliki keindahan dari segi pemandangan laut maupun vegetasi di darat. Sebagai contoh Pantai Alang-Alang disebut demikian karena di Pantai tersebut terdapat padang alang-alang atau rerumputan yang cukup luas dan menakjubkan,  demikian juga Pantai Plawangan dan Pantai Baru-Baru.

Pantai Alang-AlangFoto oleh Lutfian Nazar

Pantai Teluk cocok untuk digunakan sebagai tempat untuk bermalam atau melakukan camping. Pantai ini teduh karena ditepi pantai ditumbuhi pohon  Terminalia cattapa dan pantai ini juga berbatasan langsung dengan hutan pantai yang umumnya terdapat di pantai-pantai Pulau Sempu. Selain itu, kondisi pantai yang sangat jarang dikunjungi wisatawan membuat kita seperti pemilik pulau dan pantai. Ketika kita membutuhkan air tawar, kita dapat mendapatkan sumber air tawar di Pantai Baru-Baru dengan menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Pantai Teluk. Hal ini berbeda ketika melakukan camping di Pantai Pasir  Panjang dimana sumber air tawar (air payau) berjarak sekitar 100 -200 meter dari tepi pantai.

Pantai Plawangan, Pantai Teluk, Pantai Alang-Alang, dan Pantai Baru-Baru tak hanya memiliki keindahan panorama tetapi juga menyimpan kekayaan biota. Di pantai-pantai tersebut kita dapat menemui berbagai burung pantai yang menghuni tebing-tebing di sekitar pantai, seperti Dara Laut Tengkuk Hitam, Kuntul Karang, Buntut Sate Putih, dan Cikalang Christmas. Jika beruntung kita juga akan sering menemukan Elang Bido dan Elang Laut Perut Putih sedang melakukan soaring. Berbagai jenis burung teresterial juga dapat kita temukan di pantai -pantai ini, seperti Takur tenggeret, Tepekong Jambul, Kekep Babi, Punai Lenguak, dan lain sebagainya.

“Pintu air” di Pantai TelukFoto oleh Lutfian Nazar

Sebagian besar karakter pantai di Pulau Sempu yang berhadapan dengan Samudera Hindia adalah pantai dengan substrat batu sedangkan untuk pantai -pantai yang berada di sebelah utara atau yang menghadap Pantai Sendang Biru merupakan pantai berpasir. Pantai batu berpasir juga menyimpan berbagai macam biota laut, salah satunya ada Pantai Teluk. Ombak di Pantai Teluk tidak besar atau cenderung tenang meskipun menghadap ke Samudera Hindia. Hal ini dikarenakan Pantai ini dikelilingi oleh tebing sehingga hanya ada satu “pintu” datangnya air laut dari Samudera Hindia. Jarak “pintu air” tersebut juga cukup jauh dari daratan sehingga jika sedang surut pantai ini akan mengalami surut yang lama meskipun di pantai sekitarnya sudah mengalami pasang.

Ophiuridae di Pantai TelukFoto oleh Magdalena

Karena karakter ombak di pantai yang cukup tenang, maka pantai dihuni berbagai macam biota laut. Biota laut yang dapat kita temui di pantai ini adalah berbagai jenis Ophiuridae (bintang mengular), crustacea, karang batu, bulu babi (Echinoidea), ular laut, teripang, alga, lamun, tridacna,  moluska, dan lain sebagainya. Karakter pantai yang unik dan jauh dari tangan -tangan manusia, menyebabkan populasi biota laut yang hidup di tempat ini lestari dan jumlahnya cukup banyak. Sebagai contoh  Diadema setosum jumlahnya melimpah seperti lautan  Diadema setosum atau Tripneustes gratilla jumlahnya lebih banyak dan ukurannya lebih besar jika dibandingkan di Pantai Pasir Panjang.

Tripneustes gratilla di Pantai Teluk

Foto oleh Magdalena

Kondisi berbeda dapat ditemui ketika kita mengunjungi Pantai Alang-Alang dan Pantai Plawangan. Ombak di kedua pantai tersebut lebih besar daripada ombak di Pantai Teluk, karena kedua pantai ini menghadap langsung ke Samudera Hindia dan tidak ada tebing yang mengelilingi pantai. Biota laut yang hidup di Pantai Alang-Alang dan Pantai Plawangan juga berbeda. Biota laut yang mendominasi Pantai Alang-Alang adalah bulu babi jenis “Karangan Salak” atau Colobocentrotus atratus yang hidup menempel ditebing-tebing dan jumlahnya melimpah. Di Pantai Plawangan  juga dapat kita temui Colobocentrotus atratus dan Tripneustes gratilla (Karangan Jeruk). Di Pantai Plawangan juga pantai yang unik karena pantai ini lebih luas jika dibandingkan dengan pantai-pantai di sekitarnya. Tebing -tebing yang di pantai ini membuat pantai ini indah, dua tebing yang terdapat di tengah membuat pantai ini disebut Plawangan atau pintu menuju Samudera Hindia.

Sunset di Pantai Plawangan

Foto oleh Lutfian Nazar

Jika kita ingin melihat matahari terbenam (sunset) di antara tebing-tebing dapat kita saksikan di pantai ini. Jika kita bisa merasakan indahnya pantai-pantai dengan suasana nyaman dan seolah-olah menjadi pemiliki pulau ketika berada di Pantai Teluk, tidak demikian jika kita berada di Segara Anakan pada saat hari libur atau  long weekend. Seperti saat long weekend karena libur tanggal 20 Juli 2009, para wisatawan mulai berdatangan ke Segara Anakan mulai hari Jumat 17 Juli 2009. Para wisatawan yang datang  tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga wisatawan mancanegara. Keinginan para pengunjung untuk menikmati indahnya Segara Anakan tidak terhalang medan yang harus dilalui cukup berat bagi wisatawan belum terbiasa melakukan  tracking. Para pengunjung sebagian besar datang dalam bentuk kelompok-kelompok. Satu kelompok minimal 2-3 orang bahkan ada kelompok berjumlah sekitar 10 orang. Jumlah kelompok yang saya temui di Teluk Semut lebih dari 5 kelompok.

Segara Anakan memang tempat yang sangat indah untuk dikunjungi. Dengan daratan yang tidak luas atau terkesan sempit, Segara Anakan akan menjadi “lautan manusia” ketika dikunjungi wisatawan dalam jumlah yang besar. Tujuan para wisatawan sebagian besar untuk melakukan camping meskipun ada pula yang datang sejenak untuk menikmati indahnya. Tepi pantai Segara Anakan akan berubah menjadi warna-warni karena tertutup tenda -tenda yang didirikan wisatawan.

Bagi para nelayan yang menyewakan perahunya untuk menyeberang ke Pulau Sempu dari Pantai Sendang Biru adanya  long weekend dan jumlah pengunjung yang tidak dibatasi merupakan rejeki yang sangat besar. Pengunjung cukup mengeluarkan Rp. 100.000,00 untuk menyewa perahu dengan fasilitas diantar ke Pulau Sempu dan dijemput dari Pulau Sempu. Jika di satu sisi para nelayan menjadi  untung, tidak demikian dengan masalah yang timbul di Pulau Sempu saat long weekend tiba. Hal pertama yang akan muncul adalah jumlah sampah plastik dari bungkus makanan atau minuman yang sangat banyak.

Elang Laut Perut Putih

Foto oleh Bintang Rantau Randa (elang laut)

Satwa-satwa seperti burung, ular, primata, babi hutan akan terganggu aktifitasnya dengan kehadiran manusia dalam jumlah besar. Tidak hanya satwa yang terganggu, anakan pohon menjadi banyak yang mati karena terinjak pengunjung saat melintasi jalan setapak saat menuju Segara Anakan. Terumbu karang di Teluk Semut banyak yang mati karena sering diinjak ketika turun atau naik ke perahu.  Masih banyak lagi masalah-masalah yang ditimbulkan akibat jumlah pengunjung yang tidak dibatasi.

Beberapa hal yang ada di benak kita ketika mengalami hal tersebut, yaitu bukankah status Pulau Sempu adalah Cagar Alam tetapi mengapa jumlah pengunjung sangat banyak dan tidak ada pembatasan jumlah pengunjung? Bukankah Cagar Alam tidak difungsikan sebagai tempat wisata? Bagaimana pengelolaan Cagar Alam Pulau Sempu yang sebenarnya? Apakah kondisi tersebut juga dialami cagar alam lainnya?  Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenak kita.

Tumpukan sampah di Teluk Semut

Foto oleh Lutfian Nazar

Kita tentunya tidak ingin ekosistem Cagar Alam Pulau Sempu khususnya di Segara Anakan menjadi rusak, berbagai macam satwa dan flora terg anggu aktifitasnya atau menjadi mati, keeksotisan Pulau Sempu menjadi hilang, dan para nelayan penyewa perahu menjadi kehilangan mata pencahariannya. Marilah kita  bersama-sama dengan pengelola Cagar Alam Pulau Sempu dan masyarakat menjaga salah satu kekayaan alam Indonesia tersebut.

11 thoughts on “Indahnya Pantai-Pantai Di Pulau Sempu, Akankah Tetap Terjaga?”

  1. ibu Magda mau tanya nih, saya orang yang suka travelling ke wisata2 alam sapa tau bisa maen kesana. Untuk jalurnya kalu mau kesana bagaimana ya kalau dari jakarta? kemudian fasilitas disana apakah sudah bagua?
    Itu kan pantainya banyak tu, kalau dalam 2-3hari apakah bisa dapet jalan2 ke semua pantai.???

    Terimakasih infonya.

    1. kalo dari jakarta naik kendaraan umum atau pribadi ke malang. kalau sudah di kota malang nanti ke arah malang selatan atau ke arah pantai sendang biru. di sana tidak ada fasilitas karena status pulau sempu adalah cagar alam.
      kalo ingin jalan2 ke semua pantai waktu 2-3 hari cukup..
      kalo butuh info selengkapnya silahkan message di email yg ada di artikel ini.
      terima kasih

    1. kalau membatasi pengunjung sebenarnya kewenangan dari BKSDA terutama yang bertugas di Pulau Sempu. tapi sampai saat ini belum ada pembatasan pengunjung. di satu sisi penduduk yang menyewakan perahu juga untung

  2. sistem pengawasan dalam cagar alam itu seperti apa sebenarnya?
    terkait pengelolaan pulau sempu dengan status cagar alam apakah sudah sesuai dengan peraturan yang sudah ada?
    dalam pengelolaan kawasan pelestarian alam (suaka marga satwa dan cagar alam) telah ada suatu sistem evaluasi terkait TATA CARA EVALUASI FUNGSI KAWASAN SUAKA ALAM, KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU (PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : P. 14/MENHUT-II/2007). dimana pada pasal 1 disebutkan perlu adanya evaluasi terhadap kondisi kawasan dalam rangka penentuan kebijakan selanjutnya. yang menjadi pertanyaan mekanisme ini sudah dilakukan belum?
    pertanyaan selanjutnya, institusi/ lembaga yang bertanggung jawab apakah benar-benar sudah kompeten dalam kegiatan tersebut?

    1. Untuk sistem pengawasan di cagar alam, seyogyanya dilakukan oleh pihak yang terkait dalam hal ini BKSDA, akan tetapi akan lebih bagus apabila juga dilakukan oleh masyarakat… contohnya di CAGAR ALAM MUARA KAMAN SEDULANG KALTIM. masyarakat dan BKSDA disana bersama-sama bahu membahu menjaga cagar alamnya, di P. Sempu belum maksimal.

      Pengelolaan:

      Kawasan Cagar Alam Pulau Sempu ditetapkan berdasarkan SK. GB No. 46 Stbl. 1928 No. 69 tahun 1928 dengan luas 877 Ha. Pulau Sempu ditetapkan sebagai cagar alam karena mempunyai keunikan alam dan kekayaan hayati yang tinggi yang diperuntukan bagi penelitian dan ilmu pengetahuan. Ekosistem di Pulau Sempu sangat lengkap, ada ekosistem hutan bakau, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah, dan danau.

      Status Pulau Sempu adalah cagar alam yang menurut UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, ditegaskan bahwa kegiatan yang diperbolehkan di cagar alam adalah kegiatan penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan. Pengambilan batu karang adalah kegiatan yang tidak diperbolehkan di kawasan cagar alam, karena ini bisa mengubah keutuhan dan keaslian secuah cagar alam.

      Pengawasan di Cagar Alam Pulau Sempu selama ini sangatlah lemah. Siapapun dapat dengan mudah untuk masuk ke dalam kawasan yang dilindungi ini. kita semua berharap Departemen Kehutanan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Malang benar-benar memperhatikan kelestarian ekosistem cagar alam Pulau Sempu yang unik ini, sebagai sebuah kakayaan alam yang tersisa.

      Kalo masalah kompeten atau tidak menurut saya BKSDA sudah berkompeten,, cuma banyak sekali kendala baik itu dana maupun keterlibatan masyarakat. yang masih kurang adalah peranserta pemerintah pusat dalam mengelola pulau sempu, hal ini bisa dikarenakan juga karena lembaga2 yang ada di sekitar jawatimur baik itu pemerintah maupun LSM kurang tanggap dalam mempublikasikan potensi pulau ini.

      Oleh karena itu mari semua masyarakat dan pemerintah terutama di Jawa timur bersama-sama menjaga dan melestarikan pulau ini, karena tidak akan bisa bila kita hanya mengandalkan pemerintah saja.

  3. Mohon informasinya, di pantai manakah di pulau sempu yg paling mudah di akses untuk bermalam? dan apakah cukup aman jika bermalam dgn tenda?
    Mohon juga informasi menuju pulau sempu dari sandang biru (brp lama waktu yg di tempuh, biaya apa saja yg mesti dikeluarkan, kapal, perizinan, dll mengingat pulau tersebut adalah termasuk salah satu cagar budaya).
    Dan apakah ada larangan2 / pantangan2 selama berada di pulau tsb?
    Terima kasih atas bantuan informasinya.

  4. saya tidak mengira kalau “belakang rumah” saya ada tempat yang begitu indah. Akan saya ajak istri dan anak anak kesana, sekalian ngumpulin sampah yang berserakan untuk dibawa kembali ke sendang biru. Sempu harus selalu bersih….
    Terima kasih infonya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s