Indonesia Masih Terbiasa Dengan Kebakaran Hutan


Kebakaran hutanDok. mata news

Kebakaran berskala besar sekaligus menghasilkan asap telah menambah parah masalah di Indonesia dan negara-negara tetangga. Sebagi contoh, kebakaran besar yang terjadi saat kemarau panjang (El Niño) tahun 1992/1993, 1987, 1991, 1994, dan 1997/1998 (Dennis, 1999) menghabiskan areal yang cukup luas sekaligus mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Kebakaran Lahan dan Hutan 1997/1998 di Indonesia diperkirakan menghabiskan US$ 9 milliar dengan emisi carbon yang cukup tinggi dan sebagai salah satu poluter terbesar di dunia (Asia Development Bank, 1999; Barbara and Schweithelm, 2000).

kebakaran-hutan-4

Permasalahannya hingga saat ini adalah belum terjawabnya penyebab utama dari kebakaran ini secara rinci, tuntas dan terstruktur. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh kegiatan pertanian, perkebunan ataupun kehutanan berskala kecil oleh masyarakat local maupun dalam skala besar, seperti perkebunan dan HPH/HTI.

LSM Lingkungan Hidup, mengklaim bahwa kebakaran besar merupakan resultante dari aktivitas konsesi hutan dan perkebunan (Jakarta Post, 3 Oktober 1994) Pemerintah Indonesia, menekankan bahwa secara umum 85% dari 5 juta ha kebakaran 1994 disebabkan oleh aktivitas tebas-bakar masyarakat lokal (Jakarta Post, 7 Oktober 1994) hingga akhirnya mengeluarkan kebijakan yang melarang persiapan lahan menggunakan api. Pada sisi lain terbatasnya sarana dan prasarana mengakibatkan sulitnya pengawasan dan inventarisasi informasi kebakaran yang terjadi secara rinci.

kebakaran-hutan-2Dok. Detik Foto

Sebagai contoh, Pusdalkarhut Department Kehutanan Pontianak (1998), secara umum, baru dapat mendokumentasikan kebakaran 1997 di Kalimantan Barat sekitar 52,000 ha berupa HPH, HTI dan Perkebunan Kelapa Sawit. Penelitian yang dilakukan oleh Center for International Forestry Research (CIFOR), International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF), LSM setempat (seperti Yayasan Dian Tama, Kalimantan Barat) dan United States Forest Service (USFS) untuk mengidentifikasi secara rinci mengenai penyebab dan dampak kebakaran vegetasi di Indonesia. Tujuannya adalah menjawab mengenai alasan (why), faktor alam atau ekologi (what), aktor yang mempunyai andil (who), dan lokasi (where) mengenai masalah kebakaran untuk menghasilkan saran implikasi kebijakan terbaik yang diharapkan dapat direalisasikan oleh seluruh stakeholder (pengguna lahan). Kebakaran bukanlah suatu inti pokok dari permasalahan, melainkan hanya merupakan gejala terhadap degradasi hutan dan lahan yang telah dan akan terjadi.

hotspot kebakaran hutan RiauHotspot kebakaran hutan Riau

Kebakaran yang terjadi disebabkan oleh 3 faktor, yaitu api yang digunakan sebagai:

1. Alat (tools), seperti aktivitas penggunaan atau persiapan lahan baik dalam skala kecil maupun besar.

2. Senjata (weapon), usaha perolehan atau konflik lahan

3. Kecelakaan (accident), tergantung pada karakteristik lahan atau suatu implikasi dari 2 faktor diatas.

6 thoughts on “Indonesia Masih Terbiasa Dengan Kebakaran Hutan”

    1. indonesia jd lbh baik klo para pamongprajanya baik, enggak korupsi, jadi duitnya bisa buat beli perlengkapan pemadamankebakaran yg memadai.

  1. semoga semuanya segera sadar…
    yuk mari mulai perbaiki dari diri sendiri (jangan lupa ajak temen), dari hal-hal kecil (jangan lupa awasi cukongnya), dan mulai dari sekarang (dan seterusnya..)..=)

  2. Di mana-mana ada kebakaran hutan di Indonesia. Di Malang juga gitu. hutan di Gunung Arjuno musim kemarau ini sering banget kebakaran dan selalu ada di beberapa titik.
    Musim kemarau mempercepat terjadinya kebakaran, tapi juga diperparah dengan aktivitas manusia di sekitar hutan….
    Semoga musim hujan segera datang, jadi kebakaran hutan jarang terjadi.

  3. berawal dari kesadaran diri sendiri kali ya…
    klu mang dah ada faktanya indonesia sering terjadi kebakaran seharusnya masyrakat lebih aware gmana cara nanggulanginnya bukan hanya mencegahnya.. just a simple way… tanam ja 1 atau beberapa pohon atau tumbuhan..
    mungkin orang mikirnya ah pa ngaruhya.. coba aj tanam 1 pohon dikali berjuta-juta masyarakat indonesia..
    mantab ga tuh.. ya itung2 ngademin halaman rumah..hehehehe…

  4. yah egoisme n kapitalisme..jd ingat cerita teman yg secara ”ga” sengaja membakar hutan untuk perkebunan..ternyata kesejahteraan yang sampai ke perut orang2 tak lepas dari hal2 semacam itu..this is not just a disease but this is an emergency..we shoul most concern..go green hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s