Belajar Peduli Bumi Sejak Dini Melalui Pendidikan Lingkungan


Permasalahan-permasalahan tentang kelestarian lingkungan hidup sekarang semakin banyak diperbincangkan karena masyarakat sudah mulai menyadari kondisi lingkungan sekitar mereka yang semakin memburuk dan terus menurun meskipun berbagai upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan telah banyak dilakukan.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa kerusakan lingkungan terus terjadi? Salah satunya disebabkan oleh tingkat kesadaran dan kepedulian yang rendah, juga ditunjang oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya lingkungan hidup.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran mengenai pelestarian lingkungan maka perlu adanya upaya penyadartahuan kepada masyarakat sejak dini. Kenapa? Karena anak-anak khususnya pelajar sekolah (SD,SMP,SMA), akan memberikan kesempatan untuk membangun pemahaman yang mereka peroleh sendiri melalui penyelidikan pemikiran mereka sendiri. Dikaitkan dengan pengalaman langsung, para pelajar ditantang untuk menggunakan kemampuan berfikir yang lebih tinggi. Sehingga anak-anak sekolah dapat dipilih untuk menjadi target utama karena mereka mulai memasuki dunia pendidikan secara formal, masih memiliki pemikiran yang murni/polos, belum banyak dipengaruhi pendapat luar serta sudah mulai belajar mandiri. Pendidikan Lingkungan yang dilaksanakan disini tidak hanya mengenal lingkungan sekitar kita, tetapi belajar bagaimana mengetahui permasalahan dan bagaimana memecahkan permasalahan tersebut, selain itu belajar bagaimana bekerjasama dan bertanggung jawab melalui berbagai macam kegiatan.

Diskusi melatih kemampuan berpikir dan keberanian anak-anak dalam mengemukakan pendapat

Dengan adanya pendidikan lingkungan untuk anak-anak diharapkan anak-anak dapat menerapkan untuk dirinya sendiri maupun memberikan contoh bagi orang dewasa. Dimana anak-anak mulai belajar apa itu kognitif  (ketajaman pemikiran), motorik (Kepekaan gerak), dan affective (kepekaan emosi) terutama dalam hal menjaga kelestarian alam.

Mulai berkembangnya model-model pendidikan lingkungan dengan berbagai metode dan tema-tema yang menarik, pendidikan lingkungan sudah sepantasnya dikembangkan untuk mendukung upaya penyadartahuan masyarakat tentang arti penting lingkungan hidup dan kelestarian keanekaragaman hayati di bumi. Pihak-pihak terkait terutama pemerintah menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah. Sampai sekarang pendidikan lingkungan yang sudah terlaksana secara umum dilaksanakan oleh LSM-LSM dan sekolah-sekolah secara swadaya tanpa dukungan dari pemerintah. Layak kita tunggu perkembangan selanjutnya pendidikan lingkungan diseluruh wilayah Indonesia dengan atau tanpa dukungan pemerintah.

Bagaimana dengan sekolah-sekolah disekitar anda apakah sudah menerapkan pendidikan lingkungan?  Mari kita berbagi pengalaman disini.

Wayang kardus, melestarikan budaya, belajar memanfaatkan barang bekas, dan belajar tentang lingkungan dengan cerita-cerita wayang yang bertemakan lingkungan.

Belajar memanfaatkan sampah menjadi kompos

Belajar mengenal jenis-jenis tanaman alam melalui permainan warna-warni hutan

Belajar sambil bermain jaring-jaring makanan

Ikut berperan langsung dalam gerakan peduli lingkungan (penghijauan)

Dokumentasi : oleh Yayasan Kanopi Indonesia


11 thoughts on “Belajar Peduli Bumi Sejak Dini Melalui Pendidikan Lingkungan”

  1. KLH tahun ini sudah wajib diberikan pada semua jenjang pendidikan termasuk pendidikan anak usia dini, meskipun materi dan metodanya berbeda dg y diberikan u jenjang y diatasnya …sy pikir lebih dini lebih baik krn memberikan pemahaman kpd mereka ttg bagimana usaha kita u seawal mungkin melestarikan lingkungan hidup mereka …good luck !

  2. saya sangat mendukung upaya ibu farida yang sangat mulia untuk memberikan penyadartahuan kepada anak2 usia dini dalam bentuk pendidikan lingkungan. kebetulan sy menangani bina cinta alam di departemen kehutanan, kami pun mempunyai program pendidikan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya (KSDAH&E) bagi anak2 pra sekolah, SD, SMP, SMA, perguruan Tinggi, dan bahkan untuk masyarakat umum. kami memberikan peltihan KSDAH&E bagi guru2 SD dan SMP. kami juga mempunyai mitra bina cinta alam yaitu Kader Konservasi, Kelompok Pencinta Alam,
    Kelompok Swadaya Masyarakat/Kelompok Profesi. apabila ibu berkenan, kami mengajak untuk bersama-sama dan berkolaborasi dalam melakukan/melaksanakan pendidikan lingkungan.

    1. Bapak yusuf pesan sudah saya sampaikan kepada ibu farida, semoga segera dapat balasan.

      Sebagai informasi Di Yogyakarta juga ada beberapa LSM yang sudah melakukan pendidikan lingkungan, sayang pemerintahnya baik diknas ataupun dephut belum aktif mendukung jadi pelaksanaannya belum maksimal.

  3. Mas Uup …sebetulnya kurikulum KLH u anak usia dini sdh disusun o diknas ..hny kami mencoba meramu sendiri kurikulum tsb meskipun msh bnyk y mengacu k kurikulum diknas …pelaksanaannya msh kami integrasikan k bbrp mata pelajaran jd belum tersendiri. Memang kendala y paling besar adalah mencari metode dan cara y paling mudah u menyampaikan materi, krn hrs disesuaikn dg usia dan pola pikir mereka . U bapak Yusuf …dengan senang hati kami menerima kerjasama bapak ..krn terus terang saat kemarin kami butuh orang y menerangkn ttg bencana alam dn pencegahannya agak sedikit mendapat kendala u pemateri …Memang sih smpai skrng pembelajaran ini masih belum optimal …so sy tunggu informasi berikutnya …terimakasih sebelumnya

  4. wah sangat bagus sekali ya, seandainya sekolah-sekolah sudah menerapkan pendidikan lingkungan. kalo boleh meniru saya juga punya keinginan memberikan mepdidikan lingkungan ke anak-anak SD. Ada ide ga permeinan-permainan yang menyenangkan sekaligus memberi wawasan tentang lingkungan ke anak-anak? terima kasih atas sharingnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s