”STOP Hobi Eksploitasi Elang Atas Nama KONSERVASI!!!”


Yogyakarta, 11 April 2013—

Akhir-akhir ini semakin marak komunitas yang menggunakan satwa dilindungi dengan mengatas namakan konservasi dan salah satunya yang terkenal adalah Raptor Club Indonesia. Komunitas tersebut memiliki sistem keanggotaan dimana masing-masing anggotanya memiliki minimal 1 (satu) ekor satwa dilindungi. Bisa terbayangkan berapa jumlah satwa dilindungi yang ada di komunitas tersebut.

LAPS_Konservasi2

Liga Anti Perdagangan Satwa (LAPS) terdiri dari JAAN, WCS, Suaka Elang, IAR, ProFauna Indonesia, LASA, COP, AFJ, FHK, PPSC, ASTI sebagai kumpulan berbagai organisasi peduli satwa sering mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang semakin sering dijumpai komunitas tersebut mengadakan gathering dengan membawa satwa tersebut dengan melakukan berbagai atraksi satwa.

Di masyarakat akhirnya muncul anggapan bahwa jika ingin aman memelihara elang di rumah maka mereka bisa bergabung dalam komunitas tersebut. Hal tersebut menyebabkan dalam beberapa tahun terakhir, tingkat penangkapan dan perburuan elang untuk perdagangan satwa semakin marak dengan target pasar adalah para penghobi atau pelaku falconry.

Adalah sebuah ironi, apabila tujuan dari falconry di Indonesia adalah untuk tujuan konservasi karena beberapa hal:

  1. Indonesia tidak memiliki budaya dan sejarah falconry, karena kedekatan masyarakat Indonesia dengan elang lebih cenderung pada kedekatan semiotika.
  2. Hampir sebagian besar satwa yang dijadikan falconry adalah satwa yang diambil dari alam.

Apabila kegiatan ini masih terus dilanjutkan, maka:

  1. Dampak dari introduksi budaya dari luar dalam hal ini budaya atau hobi atau olahraga Falconry semakin menambah berat beban upaya konservasi elang dan habitatnya di Indonesia, dengan semakin tingginya tingkat penangkapan dan perburuan satwa untuk diperdagangkan dengan pangsa pasar pelaku falconry atau falconer.
  2. Salah satu permasalahan dalam pelepasliaran kembali satwa ke habitatnya adalah elang tersebut terlalu jinak atau terlalu dekat dengan manusia, sedangkan inti dari falconry adalah “memanusiakan” dan “mendekatkan” elang dengan tuannya. Sehingga, proses untuk mengembalikan elang kembali ke habitatnya memerlukan  sumber daya yang besar dan waktu rehabilitasi yang cukup lama.
  3. Untuk memenuhi kebutuhan para falconer dari hasil penangkaran tidaklah semudah yang dibayangkan karena Indonesia belum memiliki kapasitas dalam program penangkaran elang, serta dibutuhkan sumber daya manusia dan sumber daya dana yang tidak sedikit.

Padahal secara jelas dan tegas dalam Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 menjelaskan bahwa semua jenis Elang dilindungi dan bahkan beberapa jenis elang menjadi simbol nasional atau simbol daerah, termasuk Elang Jawa yang dijadikan satwa langka nasional Indonesia. Sanksi hukum dalam aturan tersebut adalah maksimal pidana penjara 5 ( lima) tahun dan atau maksimal denda Rp. 100 juta rupiah bagi siapa saja yang menyimpan, memiliki, memelihara, dan memperniagakan satwa dilindungi.

LAPS_Konservasi

Pembiaran aparat berwenang terhadap maraknya komunitas satwa dilindungi atau terkesan melindungi terhadap  komunitas tersebut membuat komunitas ini semakin tidak terkendali keanggotaannya hingga ke berbagai daerah. Tetapi tindakan tegas mulai dilakukan oleh Kepolisian Daerah Yogyakarta dengan mengamankan seorang pelaku komunitas elang atau Raptor Club Indonesia beserta barang bukti 3 (tiga) ekor Elang dan sampai sekarang proses terus berlanjut.

Rekomendasi LAPS terhadap maraknya komunitas tersebut adalah :

  1. Bubarkan komunitas yang mengatas namakan konservasi;
  2. Mendesak proses hukum terus berlanjut;
  3. Cabut perjanjian kerjasama antara BKSDA Yogyakarta dan RCI.

One thought on “”STOP Hobi Eksploitasi Elang Atas Nama KONSERVASI!!!””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s