DSCN0240 copy

Pertamina LPG Tanam Mangrove di Cilacap


img-20160811-wa0007-57bfc98cdd93731340998848Ekosistem Hutan mangrove adalah kawasan yang ditumbuhan halofit (tumbuhan yang hidup pada tempat-tempat dengan kadar garam tinggi atau bersifat alkalin) yang dipengaruhi pasang surut air laut. Hutan Mangrove berfungsi sebagai peredam gelombang dan angin, pelindung dari abrasi, penahan intrusi air laut ke darat, penahan lumpur dan perangkap sedimen. Hutan mangrove merupakan penghasil sejumlah besar detritus (hara) bagi plankton yang merupakan sumber makanan utama biota laut. Hutan mangrove menjadi daerah asuhan (nursery grounds), tempat mencari makan (feeding ground), dan daerah pemijahan (spawning grounds) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya serta habitat bagi beberapa satwa liar, seperti burung, reptilia (biawak, ular), dan mamalia (monyet). Ekosistem hutan mangrove menjadi penghasil oksingen dan penyerap karbon yang ada di udara. Pengembangan dan penataan hutan mangrove dapat dijadikan objek wisata dan juga kawasan pendukung untuk budidaya ikan, udang dan kepting apabila ekosistem ini dikelola dengan baik sehingga masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar wilayah hutan mangrove dapat merasakan hasil secara ekonomi tanpa harus melakukan eksploitasi terhadap sumber daya hayati hutan mangrove.

Indonesia memiliki luasan hutan mangrove terbesar didunia, yaitu 25% dari keseluruhan luas hutan mangrove yang ada di dunia. Salah satu Ekosistem Hutan mangrove berada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengan. Ekokosistem hutan mangrove yang ada di wilayah ini merupakan kawasan ekosistem mangrove terluas di Pulau Jawa. Akan tetapi saat ini kondisi hutan mangrove di Cilacap mengalami kerusakan, pada tahun 2012 lebih dari 50% kondisi hutan mangrove di Cilacap mengalami kerusakan/ deforestasi.

DSCN0240 copySejak awal, kawasan ekosistem hutan mangrove di Kabupaten Cilacap ini cukup luas. Sebagian kawasan hutan mangrove tersebut telah berubah fungsi antara lain menjadi areal tambak, persawahan, dan tanah kosong. Warga bercerita kerusakan juga terjadi karena banyak orang memasak memakai kayu bakar yang diambil dari hutan mangrove. Banyak pohon mangrove di tebang untuk kayu bakar. Secara tidak langsung adanya kompor gas di masyarakan turut mengurangi penebangan pohon mangrove untuk kayu bakar. Hanya saja sampai sekarang ada oknum yang menebang kayu mangrove untuk membuat arang. Menindaklanjuti hal tersebut pada tahun 2016 ini, Pertamina Depot LPG Cilacap – Domestik Region IV – Marketing Operation IV kembali menfokuskan kawasan pesisir yang berada di wilayah Cilacap seagai wilayah dampingan keanekaragaman hayati. Kurang lebih 9.200 bibit mangrove telah ditanam. Lokasi penanaman merupakan wilayah pesisir dengan mangrove rusak atau kosong sehingga diperlukan penanganan awal yang salah satunya penanaman mangrove untuk memulihkan kondisi ekologis hutan mangrove di wilayah Cilacap. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Yayasan Kanopi Indonesia dan kelompok masyarakat setempat.

WhatsApp Image 2016-08-29 at 12.31.08 PMPenanaman di laksanakan di Dusun jagapati, Desa Kutawaru, Kecamatan Cilacap tengah, Kabupaten Cilacap. Sebelum penanaman terlebih dahulu dilakukan persiapan lahan. Persiapan Lahan hingga  Penanaman dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016. Setelah penanaman selesai tanaman mangrove akan dirawat dan dimonitoring pertumbuhannya selama satu tahun.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/heri_siswanto/pertamina-depot-lpg-cilacap-bantu-melestarikan-mangrove-di-cilacap_57bfcac2307a61605a7d9724

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s