Oleh : Agustinus Wijayanto
(Pro Fauna Member meeting 2008)
Praktek HPH yang selama ini terjadi, masih jauh dari memperhatikan lingkungan. Setidaknya contoh di Kalimantan Timur, antara 20-50% dari semua pohon yang berdiameter >10 M musnah karena pembalakan HPH, termasuk kerusakan lapisan bawah pohon, semai, anakan. Di hutan-hutan bekas pembalakan beberapa jenis satwa/burung (cirik kumbang, tiong-batu Kalimantan, berencet loreng pelatuk kelabu besar, pelatuk kumis kelabu, dada kelabu hanya 10-30% dari kerapatan di hutan primer. Cadangan hutan produksi di tataran nasional seluas 41, 25 juta Ha dan dari luas tersebut hanya separuh mencukupi bahan baku kayu dari HTI. Kebutuhan industri perkayuan dalam negeri sebesar 58,24 juta m3 per tahun sementara kemampuan produksi kayu bulat hutan Indonesia hanya 25,40 juta m3 per tahun. Ada kesenjangan sebesar 32,84 juta m3 per tahun yang harus dipenuhi agar industri perkayuan tetap berjalan normal. Lalu, darimana kayu diperoleh untuk menutup kesenjangan tersebut? Contoh lain, ternyata luas hutan di Jawa Barat makin berkurang cukup signifikan. Hal ini didasarkan lembaga penelitian UNPAD bahwa berdasarkan pantauan satelit, hutan yang tersisa tak lebih dari 10 %, sementara data yang ada dari lembaga terkait mencatat masih 22 %.

Penyebabnya adalah kegagalan garakan rehabilitasi lahan kritis. Kawasan hutan mangrove Indonesia dari total 9 juta Ha ternyata 6,6 juta Ha telah ditebangi untuk berbagai kepentingan, hingga saat ini hanya tersisa 2,4 jt Ha yang tersebar di kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, dan sedikit di Jawa. Penurunan kualitas tutupan hutan mencapai 59,6 juta Ha. Namun Pemerintah justru mengeluarkan legalitas alih fungsi hutan lindung (PP No. 2 2008 tentang ”Penerimaan Negara Bukan Pajak” dari alih fungus HL. Menurut catatan Greenomics, deforestasi di HL mencapai 10 juta Ha setara dengan 170 T/tahun. Pembalakan liar juga dilakukan oleh HPH yang menebang di luar RKT yang sudah disahkan kemudian terjadi re-logging siklus tebang 35 tahun tapi pada prakteknya banyak kembali menebang jauh sebelum siklus itu berakhir, cuci mangkok. Kerusakan hutan juga terjadi di kawasan hutan lindung, sebagai kawasan yang harus tetap dipertahankan keberadaannya. Read more »
Filed under: Lingkungan dan Pengetahuan | Tagged: Hutan, ilegal logging, Kepunahan, Lingkungan | 3 Comments »