Pembaca MEPOW Serahkan Kukang Untuk Di Rehabilitasi

Seekor kukang yang merupakan hewan dilindungi akhirnya dapat bernafas lega karena berada ditempat yang tepat karena jasa dari seorang pembaca MEPOW bernama Riza Adrian (37) yang kesehariannya bekerja sebagai Documentary Film Maker, Japanese Translator di Pertukangan Selatan, Jakarta Selatan. Adrian begitu biasa disapa menyerahkan seekor kukang kepada IAR (International Animal Rescue) untuk direhabilitasi dan di lepas-liarkan kembali ke alam.

“Kukang itu sebenarnya ditemukan pagi-pagi oleh Mpok Ayik (Tetangga yang sering membantu pekerjaan Ibu di rumah). Mpok Ayik secara tak sengaja menemukan saat  Kukang tersebut sedang berada di pohon pisang halaman rumah, saat akan mengambil dan memotong daun pisang untuk kebutuhan memasak. Kejadian tersebut terjadi pada  7 Januari 2010 “, Adrian bercerita. Read more »

Sampah Dan Penanggulangannya

Foto oleh : Gambang Blog

Apa itu sampah, banyak dari kita mengartikannya berbeda-beda. bahkan dari beberapa sumber pun mengartikannya berbeda. Beberapa diantaranya adalah :

Kamus Istilah Lingkungan, 1994 :

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan. Read more »

Belajar Peduli Bumi Sejak Dini Melalui Pendidikan Lingkungan

Permasalahan-permasalahan tentang kelestarian lingkungan hidup sekarang semakin banyak diperbincangkan karena masyarakat sudah mulai menyadari kondisi lingkungan sekitar mereka yang semakin memburuk dan terus menurun meskipun berbagai upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan telah banyak dilakukan.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa kerusakan lingkungan terus terjadi? Salah satunya disebabkan oleh tingkat kesadaran dan kepedulian yang rendah, juga ditunjang oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya lingkungan hidup. Read more »

Pelepas-liaran Penyu Di Pantai Samas Yogyakarta

Kepala BKSDA yogyakarta melepas-liarkan penyu

Selasa 20 Oktober 2009 menjadi hari yang indah di Pantai Samas Yogyakarta bukan hanya karena keindahan pantainya akan tetapi juga karena berhasil dilepas-liarkannya dua ekor penyu dipantai ini. Dua ekor penyu yang terdampar dan diselamatkan nelayan pantai Samas berhasil dikembalikan ke alamnya atas inisiatif BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta) dan Kelompok Konservasi Penyu Bantul. Dua ekor penyu yang dilepaskan adalah Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea) dan Penyu Hijau (Cheolonia Mydas). Read more »

Indonesia Masih Terbiasa Dengan Kebakaran Hutan

Kebakaran hutanDok. mata news

Kebakaran berskala besar sekaligus menghasilkan asap telah menambah parah masalah di Indonesia dan negara-negara tetangga. Sebagi contoh, kebakaran besar yang terjadi saat kemarau panjang (El Niño) tahun 1992/1993, 1987, 1991, 1994, dan 1997/1998 (Dennis, 1999) menghabiskan areal yang cukup luas sekaligus mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Kebakaran Lahan dan Hutan 1997/1998 di Indonesia diperkirakan menghabiskan US$ 9 milliar dengan emisi carbon yang cukup tinggi dan sebagai salah satu poluter terbesar di dunia (Asia Development Bank, 1999; Barbara and Schweithelm, 2000). Read more »

Kukang Yang Mulai Terbuang

Nycticebus coucangKukang (Nycticebus coucang) adalah jenis primata yang lucu dan menggemaskan sehingga tidak heran banyak masyarakat umum yang menjadikan primata ini menjadi hewan peliharaan.

Keluarga kukang atau sering disebut-sebut malu-malu, terdiri dari 8 marga (genus) dan terbagi lagi dalam 14 jenis. Penyebarannya cukup luas, mulai dari Afrika sebelah selatan Gurun Sahara, India, Srilanka, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Dari 8 Marga yang ada, di Indonesia hanya ditemui 1 marga, yaitu Nycticebus. Read more »

Panduan Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro

1. Tujuan Pembangunan Mikro Hidro

Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dan instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan “energi putih”. Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini menggunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik, Read more »

Hutan Indonesia Menuju Kepunahan

Indonesia memiliki 10% hutan tropis dunia yang masih tersisa. Hutan Indonesia memiliki 12% dari jumlah spesies binatang menyusui/mamalia, pemilik 16% spesies binatang reptil dan ampibi, 1.519 spesies burung dan 25% dari spesies ikan dunia. Sebagian dianataranya adalah endemik atau hanya dapat ditemui di daerah tersebut. Luas hutan alam asli Indonesia menyusut dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan. Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72 persen [World Resource Institute, 1997]. Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun dan menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis secara besar-besaran.
hutan-tropis
Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun, sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, diantaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. [Badan Planologi Dephut, 2003]. Pada abad ke-16 sampai pertengahan abad ke-18, hutan alam di Jawa diperkirakan masih sekitar 9 juta hektar. Pada akhir tahun 1980-an, tutupan hutan alam di Jawa hanya tinggal 0,97 juta hektar atau 7 persen dari luas total Pulau Jawa. Saat ini, penutupan lahan di pulau Jawa oleh pohon tinggal 4 %. Pulau Jawa sejak tahun 1995 telah mengalami defisit air sebanyak 32,3 miliar meter kubik setiap tahunnya. [walhi] Read more »

Pendidikan Lingkungan dengan Belajar Sambil Bermain

Salah satu metode pendidikan lingkungan adalah dengan belajar sambil bermain. kenapa permainan???
Permainan alam adalah suatu program pendekatan dengan alam yang dapat dilakukan disegala kondisi, dimana pun yang dapat dilakukan dengan menggunakan semua panca indera dan oleh siapa pun, tidak dipengaruhi oleh umur maupun pengetahuan seseorang.
Efek dari permainan ini untuk memberikan pengertian yang mendalam terhadap alam dan lingkungan, memperoleh berbagai macam pengalaman dengan menggunakan panca indra, menimbulkan minat yang besar, menambah rasa sensitif dan samasama dimengerti pesertanya.
Kenapa permainan? Read more »

NASIB HUTAN INDONESIA

Oleh Agustinus Wijayanto
(Pro Fauna Member meeting 2008)

Kebanggaan hutan Indonesia pada masa lalu yang dikatakan terbesar setelah Brazil dan Congo, seluas 120 juta Ha yang berisikan 10% spesies mamalia dunia, 11% tumbuhan dunia, 16% spesies burung dunia. Dalam perjalanannya, kemudian hutanhutan di Indonesia telah dikapling-kapling oleh perusahaan HPH dan setidaknya hingga akhir tahun 2006 lalu, jumlah HPH di seluruh Indonesia sebanyak 322 perusahaan dengan total areal seluas 28,78 juta ha dengan perincian seperti pada Tabel-4. Areal pengusahaan hutan terbanyak tersebar di pulau Kalimantan yaitu sejumlah 174 unit dengan luas areal 12,83 juta ha, serta paling sedikit di Maluku dan Maluku Utara sejumlah 26 unit dengan luas areal 1,74 juta ha. Pengelolaan hutan yang tidak menerapkan asas kelestarian kemudian menjadi acaman bagi keanegaragaman hayati. Ancaman tersebut kemudian diperparah dan menjadi serius karena hutan-hutan alam dikonversi hutan, praketk illegal logging, perambahan, kebakaran hutan dll.

Pembalakan liar di Sumatera Utara
Pembalakan liar di habitat orang utan Read more »

PERAMBAHAN HUTAN DAN ILLEGAL LOGGING

Oleh : Agustinus Wijayanto
(Pro Fauna Member meeting 2008)

Praktek HPH yang selama ini terjadi, masih jauh dari memperhatikan lingkungan. Setidaknya contoh di Kalimantan Timur, antara 20-50% dari semua pohon yang berdiameter >10 M musnah karena pembalakan HPH, termasuk kerusakan lapisan bawah pohon, semai, anakan. Di hutan-hutan bekas pembalakan beberapa jenis satwa/burung (cirik kumbang, tiong-batu Kalimantan, berencet loreng pelatuk kelabu besar, pelatuk kumis kelabu, dada kelabu hanya 10-30% dari kerapatan di hutan primer. Cadangan hutan produksi di tataran nasional seluas 41, 25 juta Ha dan dari luas tersebut hanya separuh mencukupi bahan baku kayu dari HTI. Kebutuhan industri perkayuan dalam negeri sebesar 58,24 juta m3 per tahun sementara kemampuan produksi kayu bulat hutan Indonesia hanya 25,40 juta m3 per tahun. Ada kesenjangan sebesar 32,84 juta m3 per tahun yang harus dipenuhi agar industri perkayuan tetap berjalan normal. Lalu, darimana kayu diperoleh untuk menutup kesenjangan tersebut? Contoh lain, ternyata luas hutan di Jawa Barat makin berkurang cukup signifikan. Hal ini didasarkan lembaga penelitian UNPAD bahwa berdasarkan pantauan satelit, hutan yang tersisa tak lebih dari 10 %, sementara data yang ada dari lembaga terkait mencatat masih 22 %.

picture8

Penyebabnya adalah kegagalan garakan rehabilitasi lahan kritis. Kawasan hutan mangrove Indonesia dari total 9 juta Ha ternyata 6,6 juta Ha telah ditebangi untuk berbagai kepentingan, hingga saat ini hanya tersisa 2,4 jt Ha yang tersebar di kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, dan sedikit di Jawa. Penurunan kualitas tutupan hutan mencapai 59,6 juta Ha. Namun Pemerintah justru mengeluarkan legalitas alih fungsi hutan lindung (PP No. 2 2008 tentang ”Penerimaan Negara Bukan Pajak” dari alih fungus HL. Menurut catatan Greenomics, deforestasi di HL mencapai 10 juta Ha setara dengan 170 T/tahun. Pembalakan liar juga dilakukan oleh HPH yang menebang di luar RKT yang sudah disahkan kemudian terjadi re-logging siklus tebang 35 tahun tapi pada prakteknya banyak kembali menebang jauh sebelum siklus itu berakhir, cuci mangkok. Kerusakan hutan juga terjadi di kawasan hutan lindung, sebagai kawasan yang harus tetap dipertahankan keberadaannya. Read more »

Dampak Konversi Hutan Terhadap Satwa

Oleh Agustinus Wijayanto
(Pro Fauna Member meeting 2008)

Akibat dari konversi lahan, baik untuk HPH, HTI, Perkebunan Sawit, dan lain sebagainya menyebabkan pengaruh negative bagi satwa liar yang ada di dalam hutan. Spesies kunci, seperti harimau sumatera, orangutan, badak, gajah menjadi kian terjepit. Contoh kasus seperti yang terjadi di TNGL, dimana perambahan, illegal logging, jual beli lahan terjadi di dalamnya. Konflik antara manusia dengan satwa khas sumatera tersebut juga tak terelakkan karena habitat aslinya telah berubah bentuknya. Hal ini berpengaruh dengan pola kehidupan satwanya.

Trenggiling di Sumatera utara

Bergeser ke sebelah selatan Danau Toba, tepatnya di DAS yang dikenal dengan Batang Toru, konversi lahan untuk perkebunan rakyat, memaksa orangutan sumatera yang ada untuk bertahan hidup di habitatnya yang telah dirusak. Setidaknya sekitar 400-an individu terancam serius dengan semakin menyempitnya habitat mereka. Deruchainsaw yang berada tepat di bawah pohon induk orangutan membuat orangutan tersebut menjadi sangat stres dan terisolir. Disisi lain, adanya anggapan sekelompok orang yang menganggap bahwa orangutan sebagai hama (karena memakan buahbuah di kebun) menambah makin terancamnya satwa ini. Pun demikian dengan harimau sumatera, selain kondisi habitat yang rusak, keberadaan merekapun diperparah dengan adanya perburuan dan perdagangan. Read more »

Owa Jawa, Permata Yang Tersisa dan Terlupa

Pulau jawa selain memiliki satwa endemic seperti Elang jawa(Spizaetus bartelsi) ternyata juga memliliki primate yang begitu cantik. Coba kita tengok kehidupan primate jawa yang disebut Owa Jawa( Hylobates moloch). Perburuan dan penangkapan untuk diperjualbelikan dan dipelihara menjadi pemicu semakin berkuranngya populasi owa jawa di alam.

owa2

Secara morphologi owa jawa lebih mudah dikenali jika dibanding dengan jenis primata lainya yang ada dipulau jawa. Owa jawa adalah jenis primate yang masuk dalam keluarga kera yaitu dengan ciri-ciri mempunyai tangan yang panjang dibanding dengan kakinya.

Habitat
Owa jawa lebih menyukai dan lebih banyak mendiami hutan dataran rendah yang mempunyai tajuk pohon yang rapat, salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Halimun Salak(TNGHS). Selain memiliki tajuk pohon yang masih rapat, TNGHS merupakan hutan hujan tropis terluas di pulau jawa yang masih tersisa saat ini. Read more »

Kepulauan Seribu Kehilangan 10 Pulaunya

kepulauan seribu
Pembangunan pasir untuk berbagai proyek, termasuk pembangunan Bandar Udara Soekarno-Hatta – menyebabkan hilangnya 9-10 pulau di Kepulauan Seribu.

Pulau-pulau yang hilang ini berlangsung secara bertahap sejak tahun 1983 – 1987. Menurut Peneliti Utama Puslitbang Oseanografi LIPI, Otto SR Ongkosongo, hilangnya pulau-pulau tersebut sebagian besar akibat pengambilan pasir untuk berbagai proyek pembangunan di bibir pantai Jakarta, termasuk pembangunan Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Pulau-pulau yang hilang tersebut antara lain : Umbi Besar, Umbi Kecil, Air Kecil, Air Sedang, Nyamuk Besar, Dapur, Father Smith serta pulau Jong yang terletak di sebelah timur pulau Pari. Read more »

Kasus Ilegal Logging Rugikan Indonesia Rp 30 Triliun

Kayu Hasil Illegal Logging

Kasus ilegal logging di Indonesia yang mencapai 50,7 juta m3 per tahun, menyebabkan negara menderita kerugian sebesar Rp30,42 triliun per tahun. Hal itu diungkapkan oleh Asisten Deputi IV Urusan Pertanian dan Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Bambang Purwono, Senin (23/8). Menurutnya kerusakan hutan terbesar terjadi di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

kayu hasil ilegal logging

Saat ini, di perbatasan Kaltim dan Malaysia kerusakan hutan diwilayah tersebut mencapai 150.000 hektare per tahun, dan di propinsi Kalbar kerusakan hutan yang terjadi seluas 250.000 hektare per tahun.

Sedangkan di propinsi Papua penyelundupan kayu mencapai 600 ribu m3 per bulan, dengan kerugian mencapai Rp 7,2 trilliun. Kebanyakan kayu kayu hasil ilegal logging itu diselundupkan ke negara tetangga seperti, Malaysia, Cina, India dan Vietnam mencapai 10 juta m3 per tahun. Read more »

Cenderawasih “Ratu2 Surga Yang Kian Merana”

Paradisaea rubra

Populasi burung cenderawasih di tanah Papua terancam punah. Para pekerja proyek jalan dan pengusaha hutan di daerah itu sering memburu burung-burung bernilai jutaan rupiah ini, untuk dijual. Masih ada 11 jenis cenderawasih berkeliaran di 13 kabupaten di Papua, namun belum terdata. Suatu saat populasi cenderawasih di Papua bakal punah. Pasalnya, tidak ada pemeliharaan dan perawatan yang tepat, sementara hutan di Papua dari tahun ke tahun terus dibabat. Selain itu penjualan satwa semakin marak saja.

Misalnya para pekerja proyek jalan dan buruh pengusaha hutan, entah karena gaji kecil atau karena apa, sering tidur di hutan untuk menangkap burung – burung itu. Harganya burung cenderawasih yang sudah mati sampai jutaan rupiah di luar negeri, apalagi masih hidup. Read more »

Udara Indonesia Semakin Kotor

Polusi 2

kondisi udara Indonesia kian memprihantinkan. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pencemaran udara di Indonesia, khususnya Jakarta telah mengalami tingkat yang mengkhawatirkan dibandingkan dengan standar WHO.

PolusiBerdasarkan data yang ada, total estimasi pollutant CO yang diestimasikan dari seluruh aktivitas di Kota Jakarta adalah sekitar 686,864 ton per-tahun atau 48,6 persen dari jumlah emisi lima pollutant. Penyebab dari pencemaran udara di Jakarta itu sekitar 80 persen berasal dari sektor transportasi, dan 20 persen industri serta limbah domestik. Sedangkan emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi hutan sebesar 20 persen. Read more »

Sengsu “Oseng-Oseng Asu ” Hanya Ada Di Jogja??

Oseng-oseng asu=oseng-oseng anjing

korban sengsu

Warung tenda yang satu ini mungkin paling terkenal dengan menu klasiknya dan mungkin hanya ada di Yogyakarta. Penggemar serius B1 di Yogya pasti pernah menikmati satu-satunya menu yang tersedia di sana, yaitu sengsu. Dari tahun ke tahun warung yang mulai buka sekitar jam 5 sore semakin ramai. Indikator keramaian bisa dilihat dari tersedianya tikar untuk lesehan di trotoar jalan, yang sebelumnya tidak ada. Read more »

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H 2009

selamatidulfitri

Mepow mengucapkan Selamat Idul Fitri 1430 H, Mohon Maaf Lahir Batin.

Kami mohon kelapangan dada para pembaca semua untuk memaafkan semua kesalahan kami selama ini. Mulai salah ketik, salah gambar, salah berita, maupun hal-hal yang tidak mengenakkan lainnya. Sungguh, tak ada satu pun kesalahan itu yang kami sengaja. Semuanya adalah semata kekhilafan kami sebagai manusia biasa.

Di bulan baru ini, Kami berdoa kesalahan-kesalahan tersebut kian minim sehingga cinta Anda kepada Mepow semakin menggebu. Amin.

Dendrobium annae

Dendrobium annaeFoto oleh: Sulistyono

Anggrek ini ukurannya bisa mencapai 3 meter lebih. Struktur daun sangat tipis menyerupai kertas dengan panjang mencapai 6 cm dan lebar 1-1,5 cm. Bunganya berwarna dasar putih dengan ukuran lidah (labellum) yang cukup besar.

Corak unik anggrek ini terletak dari warna totol merah semu orange yang terdapat di tengah labellumnya, serta semburat warna keunguan di ujung petal dan ujung labellumnya. Secara keseluruhan, penampakan bunganya cukup besar, yaitu sekitar 4 cm panjangnya. Anggrek ini memiliki batang yang lentur berwarna kemerahan dengan diameter 1-1,6 cm. Dendrobium dari section Calcarifera ini dikabarkan memiliki habitat asli di Sumatera utara, Sumatera selatan dan Lampung. Read more »

Pulau Jemur “Truely Indonesia”

pulaujemur-35Dok. oleh Pulau jemur.com

Pulau Jemur (luas 250 ha) adalah sebuah pulau milik Indonesia yang terletak di Selat Malaka, dekat dengan perbatasan Malaysia. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Letaknya sekitar 72,4 km dari Bagansiapiapi dan 64,3 km dari Pelabuhan Klang di Malaysia. Pulau ini merupakan pulau terluas dari Kepulauan Arwah, gugusan sembilan pulau, di antaranya Pulau Jemur, Tokong Emas, Tokong Simbang dan Labuhan Bilik.

Pulau Jemur terkenal dengan panorama alam seperti pantai berpasir putih dan sebagai habitat penyu hijau. Perairan di sekitar pulau ini terkenal sebagai daerah penghasil ikan. Read more »

Raja Ampat “Pusat Segitiga Karang, Surganya Dunia”

raja_ampat

Kabupaten Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Waisai. Kepulauan Raja Ampat yang terletak di bagian barat-laut Propinsi Papua memiliki luas areal daratan dan laut sekitar 9,8 juta acre. Melihat posisinya di kawasan segitiga terumbu karang, yang tepat pada pusat keragaman terumbu karang dunia, maka laut di Kepulauan Raja Ampat diindikasikan sebagai kawasan yang paling kaya keragaman hayatinya di dunia.

Kumpulan terumbu karang yang luas dan kaya ini membuktikkan bahwa terumbu karang di kepulauan ini mampu bertahan terhadap ancaman-ancaman seperti pemutihan karang dan penyakit, dua jenis ancaman yang kini sangat membahayakan kelangsungan hidup terumbu karang di seluruh dunia. Kuatnya arus samudra di Raja Ampat memegang peran penting dalam menyebarkan larva karang dan ikan melewati samudra Hindia dan Pasifik ke ekosistem karang lainnya. Kemampuan tersebut didukung oleh keragaman dan tingkat ketahanannya menjadikan kawasan ini prioritas utama untuk dilindungi. Read more »