“GREEN OUTBOUND” Bukan Sekedar Outbound (Yayasan Kanopi Indonesia)

Anda biasa berkegiatan outbound??? Rasakan sensasi yang berbeda dengan mencoba Outbound yang berbeda dengan outbound yang pernah anda lakukan bersama salah satu LSM Konservasi yang bermarkas di Yogyakarta yaitu Yayasan Kanopi Indonesia. LSM ini mengusung tema-tema lingkungan dalam setiap kegiatan outbound.Tidak jauh beda dengan Outbound yang lain, akan tetapi anda akan mendapat nilai lebih selain outbound seperti biasanya, yaitu nilai-nilai konservasi yang dipadukan dalam setiap kegiatannya tanpa mengurangi tujuan serta target dari kegiatan outboundnya.

Anda tertarik???

 

Read more »

Kaos Unik Peduli Lingkungan (Edisi pertama) MANUKer

Kawan-kawan Bloger, Mepow mulai edisi pertama penjualan kaos unik peduli lingkungan, dengan kualitas sempurna MEPOW menawarkan kaos peduli lingkungan dengan brand “GRIIN DESAIN”. Dengan memakai kaos ini kawan-kawan bisa ikut serta mengkampanyekan peduli lingkungan dengan berbagai tema. Untuk edisi pertama, bagi kawan-kawan yang suka dan peduli dengan kelestarian burung bisa ikut mengkampanyekan peduli kelestarian burung dengan membeli kaos ini.

All Desain

Detail Read more »

Clamator coromandus (Bubut pacar jambul)

Kingdom: Animalia , Phylum: Chordata, Class: Aves, Order: Cuculiformes, Family: Cuculidae, Genus: Clamator, Species Clamator coromandus

Photo by Danny Lau Weng Thor & Dr Leong Tzi Ming

Eng : Chestnut-winged Cuckoo

Ind : Bubut pacar jambul, Bubut jambul

Deskripsi

Berukuran besar (45cm) berwarna hitam, putih dan coklat kemerahan. Ekor panjang, jambul tegak mencolok. Kepala bagian atas dan jambul hitam; punggung dan ekor hitam-biru mengkilap, sayap coklat berangan, tenggorokan dan dada coklat jingga, merah putih, perut keputih-putihan. Burung muda: bagian atas tubuh berpola warna seperti sisik-sisik coklat, tenggorokkan dan dada keputih-putihan. Iris coklat merah, paruh dan kaki hitam. Read more »

Caloenas nicobarica “Junai mas”

Kingdom: Animalia, Phylum: Chordata, Class: Aves, Order: Columbiformes, Family: Columbidae, Genus: Caloenas, Species: Caloenas nicobarica

Photo by kinjotx

Eng : Nicobar Pigeon

Ind : Junai mas, burung mas, burung rawis

Deskripsi

Berukuran besar (40cm), berkaki panjang, tampak seperti tidk berekor. Bulu tengkuk panjang, berwarna abu-abu gelap menkilap. Bagian punggung dan sayap hijau mengkilap dengan kilapan kuningan. Ekor putih pendek. Iris coklat, paruh hitam dengan sera yang menonjol, kaki merah keunguan gelap. Read more »

Loriculus galgulus “Serindit melayu”

Kingdom: Animalia, Phylum: Chordata, Class: Aves, Order: Psittaciformes, Family: Psittacidae, Genus: Loriculus, Species: Loriculus galgulus

Photo by Jonathan Cheah

Eng : Blue-crowned Hanging Parrot

Ind : Serindit melayu, Serindit, Bayan kecil

Deskripsi

Berukuran kecil (12cm), bertunggir merah. Jantan: hijau, tunggir dan ekor merah, serta ada bercak merah pada tenggorokan, bercak biru pada mahkota dan bercak keemasan pada mantel. Betina: tenggorokannya tidak merah. Iris coklat, paruh hitam, kaki jingga atau coklat. Read more »

Treron oxyura (Punai salung)

Kingdom: Animalia, Phylum: Chordata, Class: Aves, Order: Columbiformes, Family: Columbidae, Genus: Treron, Species: Treron oxyura

Deskripi

Berukuran sedang (34cm, termasuk ekornya yang panjang dan runcing). Jantan : tubuh bagian atas hijau gelap dengan kalung biru abu-abu. Bulu sayap primer kehitaman (tanpa warna kuning pada ujung bulu), ekor panjang runcing, berwarna abu-abu. Tubuh bagian bawah hijau dengan perut dada kekuningan. Bulu penutup ekor bagian bawah panjang berwarna kuning kayu manis muda. Betina: tanpa warna kuning pada perut, bulu penutup ekor bawah hijau bercoret. Iris hijau kebiruan, paruh hijau biru kaki merah. Read more »

Ayo, Siaga Bencana! (bagian 1)

Oleh: Rani Sawitri

Wajah bumi pertiwi seringkali tampak sendu. Serangkaian bencana alam silih berganti berdatangan di bumi Indonesia. Mulai dari tsunami tahun 2004 yang menelan 200.000 korban, disusul gempabumi Jogjakarta, Tasikmalaya, Padang dan baru-baru ini berkekuatan 7,1 SR melanda Kabupaten Biak, Papua. Tak hanya gempabumi yang populer di negara kita, banjir dan tanah longsor seakan-akan menjadi langganan di wilayah Indonesia. Ternyata wilayah Indonesia merupakan wilayah yang cukup rawan terhadap bencana alam. Kepulauan Nusantara yang berada dalam zona tektonik dan gunung sangat aktif menyebabkan wilayah ini sangat rawan bahaya goncangan gempabumi, letusan gunung berapi dan tsunami. Jika ditilik 5 tahun belakangan ini, Indonesia sering dihantam bencana. Ditambah dengan pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang tinggi, menghasilkan banyak bencana seperti kebakaran kota dan hutan, polusi udara, kerusakan lingkungan dan ancaman sosial ekonomi. Read more »

Dari wedhang uwuh Imogiri hingga tanjakan berliku Mangunan

By: Rani Sawitri

Pagi masih petang, di luar sana suasana cukup bersahabat untuk menikmati pemandangan di luar rumah. Sepertinya bersepeda menjadi pilihan yang tak kalah menarik untuk dilakukan. Akhirnya kami memutuskan untuk mecoba jalur Imogiri – Mangunan – Dlingo dengan bersepeda. Dengan mengendarai sepeda, siap menaklukan tanjakan tinggi dan berkelok di sepanjang Kecamatan Imogiri hingga Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Rute bersepeda kali ini mengambil jalur Makam Imogiri -  Mangunan – Dlingo – Patuk – Piyungan – Prambanan dengan start dari Pakem dengan jarak kurang lebih 75 km.

Kecamatan Imogiri yang juga berbatasan dengan Kecamatan Dlingo merupakan dua  kecamatan yang memiliki dampak parah saat terjadi gempa 27 Mei 2006 lalu. Topografi kedua kecamatan ini didominasi oleh perbukitan kapur, namun masih hijau. Kegiatan sehari-hari penduduknya sebagian besar adalah petani. Selain itu, karena bentangan wilayahnya yang unik, cocok untuk kegiatan out bound, track trail. Bahkan di Mangunan, Dlingo terdapat track trail bagi para pecinta sepeda gunung.

dok: akhsan.posterous.com Read more »

Tlusap-tlusup Kotagede

Oleh : Rani sawitri

dok : vallaura

Memperingati 4 Tahun Pascagempa Yogyakarta yang mengambil tema “Tangguh Menuju Kemandirian Bersama.” Komunitas B2W Jogja dengan beberapa lembaga masyarakat dan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia mengadakan kegiatan road-bike tlusap-tlusup Pusaka Kotagede. Konsep acara ini selain untuk memperingati 4 tahun gempa dengan membagikan pamflet agenda peringatan, juga sebagai ajang pengenalan lebih dalam tempat-tempat bersejarah yang ada di Kotagede. Kenapa dipilih Kotagede? Ternyata tidak semua orang termasuk saya yang lahir, kecil dan besar di Jogja mengenal dekat tentang seluk beluk Kotagede yang merupakan salah satu kota tua di Jogja. Walhasil, tertariklah saya untuk ikut acara ini, selain menambah wawasan tentang kotagede, setidaknya tidak “malu-maluin” jika saudara atau rekan saya dari luar kota ingin diajak berkeliling kotagede karena kita sudah tau dulu lokasi-lokasi wisata disana. Read more »

Elang Ular Bido “Permata” Pegunungan Seribu Yang Kian Meredup

Pegunungan Seribu merupakan salah satu Zona dari tiga Zona di daerah Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Zona Pegunungan Seribu ini merupakan pusat daerah wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, seperti Pantai Baron, Kukup, Drini, Siung, Sundak, dan masih banyak lagi.

Pegunungan Seribu merupakan daerah karst yang sangat berbeda dengan daerah lain seperti pegunungan ataupun hutan. Daerah karst merupakan daerah yang ekstrim dengan kondisi lingkungan yang tidak biasa/normal. Daerah dengan curah hujan rendah, suhu yang tinggi  dan lapisan tanah yang tipis menyebabkan sedikitnya vegetasi/tumbuhan yang mampu hidup. Hal ini pula yang mengakibatkan sedikitnya burung pemangsa yang mampu hidup disana. Namun ada beberapa keistimewaan dari daerah karst yang sangat mendukung untuk hidup beberapa burung pemangsa. Banyaknya gua sebagai habitat atau tempat berlindung beberapa hewan seperti kelelawar, burung kecil seperti wallet, ular, bahkan tikus mampu berperan sebagai sumber makanan yang cukup bagi burung-raptor. Salah satu burung pemangsa yang mampu hidup di Gunungkidul adalah Elang Ular Bido. Read more »

Kukang Yang Mulai Terbuang

Nycticebus coucangKukang (Nycticebus coucang) adalah jenis primata yang lucu dan menggemaskan sehingga tidak heran banyak masyarakat umum yang menjadikan primata ini menjadi hewan peliharaan.

Keluarga kukang atau sering disebut-sebut malu-malu, terdiri dari 8 marga (genus) dan terbagi lagi dalam 14 jenis. Penyebarannya cukup luas, mulai dari Afrika sebelah selatan Gurun Sahara, India, Srilanka, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Dari 8 Marga yang ada, di Indonesia hanya ditemui 1 marga, yaitu Nycticebus. Read more »

Panduan Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro

1. Tujuan Pembangunan Mikro Hidro

Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dan instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan “energi putih”. Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini menggunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik, Read more »

Hutan Indonesia Menuju Kepunahan

Indonesia memiliki 10% hutan tropis dunia yang masih tersisa. Hutan Indonesia memiliki 12% dari jumlah spesies binatang menyusui/mamalia, pemilik 16% spesies binatang reptil dan ampibi, 1.519 spesies burung dan 25% dari spesies ikan dunia. Sebagian dianataranya adalah endemik atau hanya dapat ditemui di daerah tersebut. Luas hutan alam asli Indonesia menyusut dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan. Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72 persen [World Resource Institute, 1997]. Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun dan menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis secara besar-besaran.
hutan-tropis
Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun, sedangkan pada periode 1997-2000 menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, diantaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan. [Badan Planologi Dephut, 2003]. Pada abad ke-16 sampai pertengahan abad ke-18, hutan alam di Jawa diperkirakan masih sekitar 9 juta hektar. Pada akhir tahun 1980-an, tutupan hutan alam di Jawa hanya tinggal 0,97 juta hektar atau 7 persen dari luas total Pulau Jawa. Saat ini, penutupan lahan di pulau Jawa oleh pohon tinggal 4 %. Pulau Jawa sejak tahun 1995 telah mengalami defisit air sebanyak 32,3 miliar meter kubik setiap tahunnya. [walhi] Read more »

Pendidikan Lingkungan dengan Belajar Sambil Bermain

Salah satu metode pendidikan lingkungan adalah dengan belajar sambil bermain. kenapa permainan???
Permainan alam adalah suatu program pendekatan dengan alam yang dapat dilakukan disegala kondisi, dimana pun yang dapat dilakukan dengan menggunakan semua panca indera dan oleh siapa pun, tidak dipengaruhi oleh umur maupun pengetahuan seseorang.
Efek dari permainan ini untuk memberikan pengertian yang mendalam terhadap alam dan lingkungan, memperoleh berbagai macam pengalaman dengan menggunakan panca indra, menimbulkan minat yang besar, menambah rasa sensitif dan samasama dimengerti pesertanya.
Kenapa permainan?
1.Permainan membuat kegiatan kita menjadi hidup karena menimbulkan kegembiraan, kedinamisan, melibatkan lingkungan sekitar, tidak memerlukan latihan, kepercayaan terhadap pemimpin, sesuai dengan arah dan prinsip.
2.Penajaman perasaan dengan konsentrasi, kedalaman rasa kegembiraan, kemampuan untuk meneliti, ketenangan hati, pendekatan terhadap alam secara mendalam.
3.Pengalaman secara langsung: pengalaman yang mendalam dan pengetahuan, menimbulkan rasa cinta, menghormati dan rasa simpati terhadap alam.
4.Membagi kesan: pengalaman menghasilkan kekuatan yg besar, meningkatkan suasana, mempererat hubungan dalam kelompok, umpan balik ilmu pengetahuan dan pengalaman, rasa saling berbagi.

Bentuk permainan alam bisa dilakukan dengan :
1. Melihat kondisi alam sekitar dengan diam (meningkatkankan kemampuan panca indra, sensitivitas, melatih kesabaran), mengamati perilaku satwa dan suara-suara yang ada disekitar kita.
2. Pengamatan: pengamatan burung, serangga, daun.
3. Penuh permainan: rantai makanan.
4. Dan lain-lain.

permainan jaring2 makanan

Read more »

NASIB HUTAN INDONESIA

Oleh Agustinus Wijayanto
(Pro Fauna Member meeting 2008)

Kebanggaan hutan Indonesia pada masa lalu yang dikatakan terbesar setelah Brazil dan Congo, seluas 120 juta Ha yang berisikan 10% spesies mamalia dunia, 11% tumbuhan dunia, 16% spesies burung dunia. Dalam perjalanannya, kemudian hutanhutan di Indonesia telah dikapling-kapling oleh perusahaan HPH dan setidaknya hingga akhir tahun 2006 lalu, jumlah HPH di seluruh Indonesia sebanyak 322 perusahaan dengan total areal seluas 28,78 juta ha dengan perincian seperti pada Tabel-4. Areal pengusahaan hutan terbanyak tersebar di pulau Kalimantan yaitu sejumlah 174 unit dengan luas areal 12,83 juta ha, serta paling sedikit di Maluku dan Maluku Utara sejumlah 26 unit dengan luas areal 1,74 juta ha. Pengelolaan hutan yang tidak menerapkan asas kelestarian kemudian menjadi acaman bagi keanegaragaman hayati. Ancaman tersebut kemudian diperparah dan menjadi serius karena hutan-hutan alam dikonversi hutan, praketk illegal logging, perambahan, kebakaran hutan dll.

Pembalakan liar di Sumatera Utara
Pembalakan liar di habitat orang utan Read more »

PERAMBAHAN HUTAN DAN ILLEGAL LOGGING

Oleh : Agustinus Wijayanto
(Pro Fauna Member meeting 2008)

Praktek HPH yang selama ini terjadi, masih jauh dari memperhatikan lingkungan. Setidaknya contoh di Kalimantan Timur, antara 20-50% dari semua pohon yang berdiameter >10 M musnah karena pembalakan HPH, termasuk kerusakan lapisan bawah pohon, semai, anakan. Di hutan-hutan bekas pembalakan beberapa jenis satwa/burung (cirik kumbang, tiong-batu Kalimantan, berencet loreng pelatuk kelabu besar, pelatuk kumis kelabu, dada kelabu hanya 10-30% dari kerapatan di hutan primer. Cadangan hutan produksi di tataran nasional seluas 41, 25 juta Ha dan dari luas tersebut hanya separuh mencukupi bahan baku kayu dari HTI. Kebutuhan industri perkayuan dalam negeri sebesar 58,24 juta m3 per tahun sementara kemampuan produksi kayu bulat hutan Indonesia hanya 25,40 juta m3 per tahun. Ada kesenjangan sebesar 32,84 juta m3 per tahun yang harus dipenuhi agar industri perkayuan tetap berjalan normal. Lalu, darimana kayu diperoleh untuk menutup kesenjangan tersebut? Contoh lain, ternyata luas hutan di Jawa Barat makin berkurang cukup signifikan. Hal ini didasarkan lembaga penelitian UNPAD bahwa berdasarkan pantauan satelit, hutan yang tersisa tak lebih dari 10 %, sementara data yang ada dari lembaga terkait mencatat masih 22 %.

picture8

Penyebabnya adalah kegagalan garakan rehabilitasi lahan kritis. Kawasan hutan mangrove Indonesia dari total 9 juta Ha ternyata 6,6 juta Ha telah ditebangi untuk berbagai kepentingan, hingga saat ini hanya tersisa 2,4 jt Ha yang tersebar di kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, dan sedikit di Jawa. Penurunan kualitas tutupan hutan mencapai 59,6 juta Ha. Namun Pemerintah justru mengeluarkan legalitas alih fungsi hutan lindung (PP No. 2 2008 tentang ”Penerimaan Negara Bukan Pajak” dari alih fungus HL. Menurut catatan Greenomics, deforestasi di HL mencapai 10 juta Ha setara dengan 170 T/tahun. Pembalakan liar juga dilakukan oleh HPH yang menebang di luar RKT yang sudah disahkan kemudian terjadi re-logging siklus tebang 35 tahun tapi pada prakteknya banyak kembali menebang jauh sebelum siklus itu berakhir, cuci mangkok. Kerusakan hutan juga terjadi di kawasan hutan lindung, sebagai kawasan yang harus tetap dipertahankan keberadaannya. Read more »

Dampak Konversi Hutan Terhadap Satwa

Oleh Agustinus Wijayanto
(Pro Fauna Member meeting 2008)

Akibat dari konversi lahan, baik untuk HPH, HTI, Perkebunan Sawit, dan lain sebagainya menyebabkan pengaruh negative bagi satwa liar yang ada di dalam hutan. Spesies kunci, seperti harimau sumatera, orangutan, badak, gajah menjadi kian terjepit. Contoh kasus seperti yang terjadi di TNGL, dimana perambahan, illegal logging, jual beli lahan terjadi di dalamnya. Konflik antara manusia dengan satwa khas sumatera tersebut juga tak terelakkan karena habitat aslinya telah berubah bentuknya. Hal ini berpengaruh dengan pola kehidupan satwanya.

Trenggiling di Sumatera utara

Bergeser ke sebelah selatan Danau Toba, tepatnya di DAS yang dikenal dengan Batang Toru, konversi lahan untuk perkebunan rakyat, memaksa orangutan sumatera yang ada untuk bertahan hidup di habitatnya yang telah dirusak. Setidaknya sekitar 400-an individu terancam serius dengan semakin menyempitnya habitat mereka. Deruchainsaw yang berada tepat di bawah pohon induk orangutan membuat orangutan tersebut menjadi sangat stres dan terisolir. Disisi lain, adanya anggapan sekelompok orang yang menganggap bahwa orangutan sebagai hama (karena memakan buahbuah di kebun) menambah makin terancamnya satwa ini. Pun demikian dengan harimau sumatera, selain kondisi habitat yang rusak, keberadaan merekapun diperparah dengan adanya perburuan dan perdagangan. Read more »

Owa Jawa, Permata Yang Tersisa dan Terlupa

Pulau jawa selain memiliki satwa endemic seperti Elang jawa(Spizaetus bartelsi) ternyata juga memliliki primate yang begitu cantik. Coba kita tengok kehidupan primate jawa yang disebut Owa Jawa( Hylobates moloch). Perburuan dan penangkapan untuk diperjualbelikan dan dipelihara menjadi pemicu semakin berkuranngya populasi owa jawa di alam.

owa2

Secara morphologi owa jawa lebih mudah dikenali jika dibanding dengan jenis primata lainya yang ada dipulau jawa. Owa jawa adalah jenis primate yang masuk dalam keluarga kera yaitu dengan ciri-ciri mempunyai tangan yang panjang dibanding dengan kakinya.

Habitat
Owa jawa lebih menyukai dan lebih banyak mendiami hutan dataran rendah yang mempunyai tajuk pohon yang rapat, salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Halimun Salak(TNGHS). Selain memiliki tajuk pohon yang masih rapat, TNGHS merupakan hutan hujan tropis terluas di pulau jawa yang masih tersisa saat ini. Read more »

Kepulauan Seribu Kehilangan 10 Pulaunya

kepulauan seribu
Pembangunan pasir untuk berbagai proyek, termasuk pembangunan Bandar Udara Soekarno-Hatta – menyebabkan hilangnya 9-10 pulau di Kepulauan Seribu.

Pulau-pulau yang hilang ini berlangsung secara bertahap sejak tahun 1983 – 1987. Menurut Peneliti Utama Puslitbang Oseanografi LIPI, Otto SR Ongkosongo, hilangnya pulau-pulau tersebut sebagian besar akibat pengambilan pasir untuk berbagai proyek pembangunan di bibir pantai Jakarta, termasuk pembangunan Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Pulau-pulau yang hilang tersebut antara lain : Umbi Besar, Umbi Kecil, Air Kecil, Air Sedang, Nyamuk Besar, Dapur, Father Smith serta pulau Jong yang terletak di sebelah timur pulau Pari. Read more »

Kasus Ilegal Logging Rugikan Indonesia Rp 30 Triliun

Kayu Hasil Illegal Logging

Kasus ilegal logging di Indonesia yang mencapai 50,7 juta m3 per tahun, menyebabkan negara menderita kerugian sebesar Rp30,42 triliun per tahun. Hal itu diungkapkan oleh Asisten Deputi IV Urusan Pertanian dan Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Bambang Purwono, Senin (23/8). Menurutnya kerusakan hutan terbesar terjadi di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

kayu hasil ilegal logging

Saat ini, di perbatasan Kaltim dan Malaysia kerusakan hutan diwilayah tersebut mencapai 150.000 hektare per tahun, dan di propinsi Kalbar kerusakan hutan yang terjadi seluas 250.000 hektare per tahun.

Sedangkan di propinsi Papua penyelundupan kayu mencapai 600 ribu m3 per bulan, dengan kerugian mencapai Rp 7,2 trilliun. Kebanyakan kayu kayu hasil ilegal logging itu diselundupkan ke negara tetangga seperti, Malaysia, Cina, India dan Vietnam mencapai 10 juta m3 per tahun. Read more »

Cenderawasih “Ratu2 Surga Yang Kian Merana”

Paradisaea rubra

Populasi burung cenderawasih di tanah Papua terancam punah. Para pekerja proyek jalan dan pengusaha hutan di daerah itu sering memburu burung-burung bernilai jutaan rupiah ini, untuk dijual. Masih ada 11 jenis cenderawasih berkeliaran di 13 kabupaten di Papua, namun belum terdata. Suatu saat populasi cenderawasih di Papua bakal punah. Pasalnya, tidak ada pemeliharaan dan perawatan yang tepat, sementara hutan di Papua dari tahun ke tahun terus dibabat. Selain itu penjualan satwa semakin marak saja.

Misalnya para pekerja proyek jalan dan buruh pengusaha hutan, entah karena gaji kecil atau karena apa, sering tidur di hutan untuk menangkap burung – burung itu. Harganya burung cenderawasih yang sudah mati sampai jutaan rupiah di luar negeri, apalagi masih hidup. Read more »

Udara Indonesia Semakin Kotor

Polusi 2

kondisi udara Indonesia kian memprihantinkan. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pencemaran udara di Indonesia, khususnya Jakarta telah mengalami tingkat yang mengkhawatirkan dibandingkan dengan standar WHO.

PolusiBerdasarkan data yang ada, total estimasi pollutant CO yang diestimasikan dari seluruh aktivitas di Kota Jakarta adalah sekitar 686,864 ton per-tahun atau 48,6 persen dari jumlah emisi lima pollutant. Penyebab dari pencemaran udara di Jakarta itu sekitar 80 persen berasal dari sektor transportasi, dan 20 persen industri serta limbah domestik. Sedangkan emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi hutan sebesar 20 persen. Read more »

Indonesia Masih Terbiasa Dengan Kebakaran Hutan

Kebakaran hutanDok. mata news

Kebakaran berskala besar sekaligus menghasilkan asap telah menambah parah masalah di Indonesia dan negara-negara tetangga. Sebagi contoh, kebakaran besar yang terjadi saat kemarau panjang (El Niño) tahun 1992/1993, 1987, 1991, 1994, dan 1997/1998 (Dennis, 1999) menghabiskan areal yang cukup luas sekaligus mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Kebakaran Lahan dan Hutan 1997/1998 di Indonesia diperkirakan menghabiskan US$ 9 milliar dengan emisi carbon yang cukup tinggi dan sebagai salah satu poluter terbesar di dunia (Asia Development Bank, 1999; Barbara and Schweithelm, 2000). Read more »

Pelepas-liaran Penyu Di Pantai Samas Yogyakarta

Kepala BKSDA yogyakarta melepas-liarkan penyu

Selasa 20 Oktober 2009 menjadi hari yang indah di Pantai Samas Yogyakarta bukan hanya karena keindahan pantainya akan tetapi juga karena berhasil dilepas-liarkannya dua ekor penyu dipantai ini. Dua ekor penyu yang terdampar dan diselamatkan nelayan pantai Samas berhasil dikembalikan ke alamnya atas inisiatif BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta) dan Kelompok Konservasi Penyu Bantul. Dua ekor penyu yang dilepaskan adalah Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea) dan Penyu Hijau (Cheolonia Mydas). Read more »

Belajar Peduli Bumi Sejak Dini Melalui Pendidikan Lingkungan

Permasalahan-permasalahan tentang kelestarian lingkungan hidup sekarang semakin banyak diperbincangkan karena masyarakat sudah mulai menyadari kondisi lingkungan sekitar mereka yang semakin memburuk dan terus menurun meskipun berbagai upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan telah banyak dilakukan.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa kerusakan lingkungan terus terjadi? Salah satunya disebabkan oleh tingkat kesadaran dan kepedulian yang rendah, juga ditunjang oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya lingkungan hidup. Read more »

Sampah Dan Penanggulangannya

Foto oleh : Gambang Blog

Apa itu sampah, banyak dari kita mengartikannya berbeda-beda. bahkan dari beberapa sumber pun mengartikannya berbeda. Beberapa diantaranya adalah :

Kamus Istilah Lingkungan, 1994 :

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan. Read more »

Pembaca MEPOW Serahkan Kukang Untuk Di Rehabilitasi

Seekor kukang yang merupakan hewan dilindungi akhirnya dapat bernafas lega karena berada ditempat yang tepat karena jasa dari seorang pembaca MEPOW bernama Riza Adrian (37) yang kesehariannya bekerja sebagai Documentary Film Maker, Japanese Translator di Pertukangan Selatan, Jakarta Selatan. Adrian begitu biasa disapa menyerahkan seekor kukang kepada IAR (International Animal Rescue) untuk direhabilitasi dan di lepas-liarkan kembali ke alam.

“Kukang itu sebenarnya ditemukan pagi-pagi oleh Mpok Ayik (Tetangga yang sering membantu pekerjaan Ibu di rumah). Mpok Ayik secara tak sengaja menemukan saat  Kukang tersebut sedang berada di pohon pisang halaman rumah, saat akan mengambil dan memotong daun pisang untuk kebutuhan memasak. Kejadian tersebut terjadi pada  7 Januari 2010 “, Adrian bercerita. Read more »

Snakehead “Ikan Pemburu”

Klasifikasi : Filum : Chordata, Kelas : Actinopterygii, Ordo : Perciformes, Famili : Channidae, Genus : Channa, Spesies : Channa micropeltes

dok : wey

Toman adalah nama sejenis ikan buas dari suku ikan gabus (Channidae). Memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan ikan gabus, toman dapat tumbuh besar mencapai panjang lebih dari satu meter dan menjadi spesies yang terbesar dalam sukunya. Ikan toman dalam bahasa Inggris dikenal sebagai red snakehead, redline snakehead merujuk pada warna tubuhnya ketika muda, atau Malabar snakehead. Nama snakehead mengacu pada bentuk kepalanya yang menyerupai kepala ular. Sementara nama ilmiahnya adalah Channa micropeltes. Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.